<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502</id><updated>2012-01-27T00:05:50.297+07:00</updated><title type='text'>Elang Retak</title><subtitle type='html'>Sebuah tulisan, kutipan, kopian, hasil obrolan tentang makna hidup, motivasi dan inspirasi...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-1301182411736571514</id><published>2008-01-26T06:54:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:55:24.207+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Magnet Atas Suksesmu</title><content type='html'>"What you see in your mind, you're going to hold it in your hand"&lt;br /&gt;(Bob Proctor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, di mana-mana begitu ramai dibicarakan The Secret, buku yang ditulis oleh penulis kelahiran Australia Rhonda Byrne. Buku yang menggemparkan ini telah memopulerkan nama Rhonda Byrne dan menobatkan dirinya menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia saat ini.&lt;br /&gt;Apakah yang menarik dari buku The Secret ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari The Secret adalah The Law of Attraction atau hukum daya tarik. Inti dari hukum daya tarik ini adalah like attract like.Artinya, sesuatu akan menarik sesuatu yang mirip dengannya. Jadi,saat kita memikirkan sesuatu, dikatakan bahwa kita sedang menarik sesuatu itu ke arah diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah seorang ibu yang seringkali mengalami kecopetan.Masalahnya, setiap kali ke pasar, ia selalu membayangkan dan dihantui bayangan para pencopet. Setiap kali mengalami kecopetan, ia semakin ketakutan dan semakin membayangkan hal itu terjadi lagi berulang kali. Pikiran si ibu itu menjadi magnet bagi para pencopet untuk mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada seorang mahasiswa teologi yang mengatakan saat dirinya melancong ke luar negeri, ia tidak memiliki tabungan cukup dan tidak kenal siapa pun. Modalnya hanya berdoa dan membayangkan jalan mulus membentang di hadapannya. Anehnya, banyak kemudahan dan jalan 'bantuan' datang menghampirinya saat ia membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hukum daya tarik ini, pikiran kita bereksistensi ibarat magnet. Pikiran kita memiliki getaran frekuensi yang kita pancarkan ke sekeliling kita. Akibatnya, getaran ini mulai memengaruhi lingkungan sekitar kita dan mulai menarik alam semesta (universe) terkait berbagai hal kembali kepada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau getaran frekuensi yang kita pancarkan merupakan getaran kesuksesan dan kebahagiaan, alam semesta akan mengatur kesuksesan dan kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sebaliknya, bila yang kita pikirkan adalah marabahaya, maka kemungkinan besar hal-hal yang tidak kita inginkan itulah yang bakalan menghampiri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan DR.Joe Vitale, salah seorang pembicara dan penulis yang turut memberikan kontribusi dalam buku The Secret, "Alam semesta akan mulai mengatur dirinya, untuk membuat apa pun yang terpikirkan olehmu, mulai termanifestasikan bagi dirimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis seperti pesan Sang Alkemis, novel spiritual Paulo Coelho. Di sana, dikisahkan tentang Santiago, seorang bocah penggembala domba dari Padang Andalusia, yang mengelana mewujudkan mimpi-mimpinya. Pesan utamanya, "Orang yang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka seluruh alam semesta akan membantunya dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dengan mereka yang phobia dengan cecak dan takut kalau- kalau ada cecak. Akibatnya, jutsru mereka 'menarik' cecak di mana-mana. Demikian pula yang takut kegagalan, justru mereka menarik energi kegagalan dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau kita menarik kekayaan, kesuksesan, uluran tangan, dan kebahagiaan, maka itulah yang akan tertarik ke arah dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Ray, salah satu pemikir terkenal dan kontributor buku ini memakai metafora menarik. Bayangkanlah dunia ini seperti kisah lampu Aladin dalam dongeng 1001 Malam. Bayangkan, saat dirimu membutuhkan sesuatu dirimu tinggal menggosok lampunya, maka akan muncul jin ajaib dan berkata pada Anda, "Your wish is my command" (harapan Anda adalah perintah untuk saya). Bayangkanlah alam semesta mengatakan hal tersebut kepada diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Langkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga langkah dalam proses the Law of Attraction ini. Ketiga langkah tersebut mencakup keberanian meminta (ask), keyakinan akan menerima (believe), dan kemampuan dan perasaan telah menerima (receive). Kalau dicermati prosesnya kembali, maka dikatakan, segala sesuatu dimulai dari keinginan dan kemauan kita untuk meminta dan mengharapkan hal yang positif terjadi dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan Jack Canfield dalam bukunya The Aladdin Factor, "Jika kamu tidak pernah meminta, maka kamu tidak akan pernah menerimanya" . Setelah meminta, maka dibutuhkan keyakinan bahwa kita bisa menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang meminta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi 'penolakan' akibat keragu-raguannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terakhir adalah kemampuan kita untuk menerima atau, kalaupun belum terasakan sekarang, tetapi merasa telah mulai dalam proses menerima apa yang diharapkan. Masalahnya, banyak orang tidak sabar dan berhenti saat apa yang diharapkan tidak langsung terjadi. Otak membutuhkan penyesuaian dan alam semesta membutuhkan waktu mewujudkannya, tetapi kita sendiri harus meyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, penting pula kita untuk mendoakan dan mengharapkan bantuan tangan dan izin Tuhan sehingga apa yang kita pikirkan terwujud. Sebab, bagaimanapun hukum ini kita imani berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, doa dan keyakinan atas berlakunya the law of attraction ini tetaplah menjadi hal penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, the law of attraction ini mengingatkan kita satu hal penting. Marilah kita selalu sadar dengan apa yang kita pikirkan. Hal ini akan menjadi sebuah medan magnet yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, melalui pikiran itulah kita sedang membuat lukisan kehidupan kita sendiri. Kesimpulannya, kita, adalah apa yang kita bayangkan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Jadilah Magnet Atas Suksesmu oleh Anthony Dio Martin,&lt;br /&gt;Director HR Excellency&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-1301182411736571514?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/1301182411736571514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=1301182411736571514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1301182411736571514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1301182411736571514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/jadilah-magnet-atas-suksesmu.html' title='Jadilah Magnet Atas Suksesmu'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9207047687597686387</id><published>2008-01-26T06:52:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:53:29.893+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Kata Untuk Yang Kehilangan Makna Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(85, 107, 47);"&gt;Hidup adalah sesuatu yang mesti diperjuangkan karena dengan hidup, banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil. Banyak yang terjadi di sekitar kita, orang – orang yang ingin mengakhiri hidupnya hanya karena satu hal, kehilangan rasa untuk hidup, merasa sudah tidak ada apa – apa lagi yang tersisa yang dapat ia ambil dan ia pelajari. Hidup itu kompleks, seperti sebuah pembagian antara satu dengan tiga, hingga ke ujung dunia sekalipun, takkan pernah henti bilangan berkoma yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Hidup ini tak sesempit daun mangga—sekedar ingin lepas dari ungkapan yang menggunakan daun kelor sebagai peran utama—yang berarti bahwa dengan umur yang telah dianugerahkan pada manusia saat ini, takkan pernah ada habisnya kita gunakan untuk mencari sesuatu yang dapat kita pelajari. Belajar tidak mesti melalui lembaga pendidikan. Toh….. banyak anak jalanan yang buktinya masih hidup, tanpa mungkin pernah sekalipun mengecap yang namanya perhitungan berkali, ataupun sekedar untuk mengetahui rumus menghitung luas lingkaran.&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dimanapun, dalam arti sebenarnya, bahwa hidup yang membimbing kita untuk belajar. Seorang anak kecil belajar bicara dengan melihat orang tuanya. Seorang anak diajari berbaris, setelah melihat cara berbaris dari gurunya. Jadi akan selalu ada tempat bagi kita untuk belajar.&lt;br /&gt;Jadi, bersedih hatilah bagi orang – orang yang ingin bunuh diri hanya dengan alasan karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia pelajari, juga perasaan bahwa sudah waktunya ia pergi kesana, ke tempat yang ketika ia pergi, kecil atau bahkan mungkin tak ada kesempatan baginya untuk kembali. Kita takkan pernah tahu ada apa disana, dan kita tidak perlu mencari tahu. Yang lebih penting adalah, bagaimana caranya agar, dan ini berlaku untuk semua orang, saat kita memang telah digariskan untuk kesana, sudah banyak yang kita pelajari, pelajaran – pelajaran berharga yang mampu membuat kita mejadi lebih kuat. Percayalah, Dia takkan pernah menyia – nyiakan yang menghargai hidupnya. Kesusahan yang ia dapat juga sebenarnya adalah pelajaran, bagaimana cara untuk menjadi lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan itu.&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--coloro:#4B0082--&gt;&lt;span style="color: rgb(75, 0, 130);"&gt;&lt;!--/coloro--&gt;Nb : spesial buat teman baikku yang pernah hampir membuang sisa hidupnya. Pasti kau bersyukur karena Dia telah memberimu kesempatan yang kedua kali&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9207047687597686387?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9207047687597686387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9207047687597686387' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9207047687597686387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9207047687597686387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/sepenggal-kata-untuk-yang-kehilangan.html' title='Sepenggal Kata Untuk Yang Kehilangan Makna Hidup'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2713152956644960735</id><published>2008-01-26T06:46:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:52:28.447+07:00</updated><title type='text'>I save My Love, To day...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Lucida Sans Unicode;"&gt;Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yang keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN :&lt;br /&gt;1. Apa 3 kata itu ?&lt;br /&gt;2. Apa makna cerita ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.&lt;br /&gt;Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2713152956644960735?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2713152956644960735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2713152956644960735' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2713152956644960735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2713152956644960735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/i-save-my-love-to-day.html' title='I save My Love, To day...'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5764388165324997341</id><published>2008-01-26T06:42:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:43:33.288+07:00</updated><title type='text'>Dear All, "another sight"</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak," kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan.&lt;br /&gt;"Apa itu, Bu Kus?" tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz.&lt;br /&gt;"Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami."&lt;br /&gt;"Doa yang bagus, dong," sergah Pak Ustadz, "lalu apa yang terjadi?"&lt;br /&gt;"Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik."&lt;br /&gt;"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"&lt;br /&gt;"Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Pak."&lt;br /&gt;"Maksudnya gimana?"&lt;br /&gt;"Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Pak. Doa yang lain."&lt;br /&gt;"Apa itu?"&lt;br /&gt;"Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami."&lt;br /&gt;"Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?"&lt;br /&gt;"Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bisa bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya."&lt;br /&gt;"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"&lt;br /&gt;"Ya, sih, Pak."&lt;br /&gt;"Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?"&lt;br /&gt;"Bukan pertanyaan, Pak."&lt;br /&gt;"Lalu apa?"&lt;br /&gt;"Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk berdoa. Gimana ini?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5764388165324997341?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5764388165324997341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5764388165324997341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5764388165324997341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5764388165324997341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/dear-all-another-sight.html' title='Dear All, &quot;another sight&quot;'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-312356463262668012</id><published>2008-01-26T06:35:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:36:47.941+07:00</updated><title type='text'>short text</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Kamu tak bisa mengubah masa lalu.... tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan. Bila Kamu mengisi hati kamu ...dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri. Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya. Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai. Mulailah sekarang... mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan&lt;br /&gt;menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita. Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi&lt;br /&gt;menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah. Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu&lt;br /&gt;mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka&lt;br /&gt;benar meskipun terbukti salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yangberada di dalam kita.&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_1113461--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-312356463262668012?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/312356463262668012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=312356463262668012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/312356463262668012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/312356463262668012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/short-text.html' title='short text'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-8242397622933580358</id><published>2008-01-26T06:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:34:45.655+07:00</updated><title type='text'>It's a Wonderful Life</title><content type='html'>It’s a Wonderful Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eileen Rachman &amp; Sylvina Savitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EXPERD Personal Growth &amp; Soft Skills Training&lt;br /&gt;[Ditayangkan di KOMPAS, 5 Januari 2008]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya pernah mengajarkan, “Bila menghadapi kehilangan, kematian dan suasana duka, ucapkanlah ‘ Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun’. Sebaliknya, bila takjub dengan keajaiban dan keindahan alam, menghadapi situasi dan pengalaman yang menyenangkan, ucapkan juga kalimat tersebut, yang berarti, “Segala yang berasal dari Allah yang Maha Kuasa, akan kembali kepada Allah”. Bagi saya kalimat ini sangat membantu di saat-saat sangat susah atau sangat senang, karena pada saat itulah kita seakan diingatkan kembali bahwa adik, kakak, anak, pasangan, rizki, keindahan alam, jabatan, karir, dan sehebat-hebatnya ikhtiar kita, adalah “pinjaman” dan “amanah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sadar bahwa roda kehidupan memang harus berputar, namun begitu cepatnya dan semakin sulitnya kita memprediksi ‘future’ benar-benar bisa membuat kita panik, kehilangan pegangan. Kematian Benazir Bhutto, banjir yang melanda kota-kota yang biasanya tidak kenal banjir, air pasang yang menyebabkan bisnis pariwisata sekitar Kuta terpuruk, global warming, dan belum lagi ramalan-ramalan mengenai semakin ‘edan’-nya dunia di masa mendatang, benar benar membuat hati galau. Bagi saya, kata ‘change’ yang dikumandangkan para ahli manajemen dan futuris mulai terdengar basi. Baru saja merencanakan “action” perubahan, lapangan dan pasar seakan belut, licin dan sudah berubah lagi. Tak bisa menghindar, kita memang sudah berhadapan dengan hal-hal tak terduga. Dalam situasi serba tak terprediksi, bahkan kekacauan yang mengerikan begini, bisakah dan bagaimanakah kita bisa bersikap positif pada dunia kehidupan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be “Present”&lt;br /&gt;Kata ‘Present’, berarti ’hadiah’ dan juga berarti ’saat ini’. Seorang ahli time management, mengatakan bahwa ‘being present’ (keberadaan kita saat ini) adalah ‘present’ (hadiah) terbesar dalam hidup kita. ‘Being present’ berarti realistis dan sadar apa yang ada dihadapan kita, menghargai dan memanfaatkan semua ‘resources’ yang kita miliki. Being present atau ‘Live your Life’, adalah nasihat Richard Branson, pemilik Virgin Group pada putra-putrinya ketika ia tengah menghadapi maut, agar mereka menghayati betul kehidupan yang tengah dilalui sekarang, tidak menyesali masa lalu dan tidak kuatir akan masa depan. Tidak pelak lagi inilah pilihan sikap yang paling sehat dalam menghadapi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih sikap ‘being present’ memang mudah dikatakan, tetapi tidak mudah dilakukan. Berapa sering pikiran kita melayang dan tidak “konsen” bila sedang rapat, mengikuti pelatihan, menghadapi klien, bahkan menghadapi anak sendiri? Kita sangat sadar bahwa orang yang paling penting adalah orang di hadapan kita, tetapi berapa sering kita menerima panggilan telpon genggam ketika menghadapi orang secara tatap muka? Rasanya kita memang masih bisa lebih menghargai momen-momen yang sebenarnya sudah diberikan kepada kita dan lebih memanfaatkan sebaik-baiknya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Dibutuhkan oleh Orang Lain&lt;br /&gt;Teman saya yang bermukim di Inggris, tiba-tiba mencari pekerjaan di Indonesia . Ketika saya tanyakan alasannya, ia berkata bahwa ia menemani ibunya, yang semakin meningkat percepatan “layu”-nya sepeninggal ayahnya. Keluarga, teman yang bahkan sudah lebih dekat daripada anggota keluarga, kolega yang sudah bersusah-senang bersama kita, adalah “kekuatan” bahkan “mistik” tersendiri yang membuat kita bisa menikmati hidup dan menjadikan kita bisa lebih kokoh berdiri menghadapi kekacauan, badai, serta cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya bisa menghitung betapa beruntungnya kita bila masih ada teman, kakak, adik, suami, istri, anak, atau tetangga yang bisa kita ajak merapatkan barisan atau bahkan “holding hands” di kala gundah. Sebaliknya, kesadaran bahwa kita bisa memberi support mental kepada anggota keluarga lain, saudara, teman, tetangga, akan membuat kita mendapatkan kekuatan dan semangat menolong dobel karena keyakinan bahwa kita dibutuhkan.&lt;br /&gt;Niat Baik adalah Pondasi&lt;br /&gt;Dalam suatu pertemuan, saya mengajak para peserta yang hadir untuk mengungkapkan misi dan niat utama dalam bekerja dan dalam hidupnya. Saya cukup terkejut, karena ternyata sangat sedikit yang bisa dengan lantang menyebutkan niatnya. Entah karena malu, jarang melakukan introspeksi diri atau sekedar tidak ingin terbuka. Yang jelas, bila niat kita tidak terbaca, tidak jelas atau tidak dimengerti, maka gerak dan langkah kita pasti juga tidak jelas dan mengambang.&lt;br /&gt;Niat seperti, ”Saya ingin belajar terus sampai usia 70 tahun”,”Saya ingin anak buah saya sukses”, ”Saya ingin jadi orangtua yang baik, ketimbang jadi profesional yang sukses”, atau ”Saya ingin berwirausaha bila tabungan saya cukup”, sebenarnya tidak perlu disembunyikan atau ditutup-tutupi. Asalkan niat kita lantang, lurus, bersih dan tidak diwarnai dengan “vested interest”, maka biasanya kita akan punya pengikut, mendapatkan kawan seperjuangan, bahkan bisa melihat persamaan arah dengan orang lain, perusahaan, bahkan Negara. Niat yang baik dan kuat bisa menjadi pondasi kita agar tetap berdiri bagai batu karang dalam hempasan ombak. Apalagi kalau kita betul-betul berniat untuk mencerdaskan, membersihkan dan membela lingkungan, apalagi bangsa.&lt;br /&gt;Jatuh, bangun, terpuruk, sukses akan selalu kita alami sepanjang perjalanan hidup kita. Tapi, masih ingatkah Anda film getir “Life is Beautiful” (La vita è bella) karya sutradara dan aktor kondang Roberto Benigni? Kalau dalam keadaan terjepit, hampir terbunuh begitu, ia masih bisa melihat indahnya kehidupan, kita pun pastinya bisa menghadapi kompleksitas situasi dunia kita dengan sikap yang lebih optimis dan menghayati betapa berharganya hidup ini.&lt;br /&gt;“Just open your eyes. And see that life is beautiful.”(Roberto Benigni)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-8242397622933580358?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/8242397622933580358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=8242397622933580358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8242397622933580358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8242397622933580358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/its-wonderful-life.html' title='It&apos;s a Wonderful Life'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5115249834869943259</id><published>2008-01-26T06:27:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T06:28:11.028+07:00</updated><title type='text'>Mengapa..?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;Mengapa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu-kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga. Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari. Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria merenung sendiri dan menatap matahari. Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu-kupu yang akan menari bersama bunga.&lt;br /&gt;Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.&lt;br /&gt;Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix. Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.&lt;br /&gt;Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_1130103--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5115249834869943259?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5115249834869943259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5115249834869943259' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5115249834869943259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5115249834869943259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2008/01/mengapa.html' title='Mengapa..?'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9168459326046671015</id><published>2007-12-11T19:29:00.001+07:00</published><updated>2007-12-11T19:34:58.899+07:00</updated><title type='text'>Dilema Aborsi</title><content type='html'>Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women"&lt;br /&gt;karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia,&lt;br /&gt;maupun toko buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti ceritanya kira-kira sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum&lt;br /&gt;mempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif&lt;br /&gt;dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi&lt;br /&gt;berarti membunuh seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga&lt;br /&gt;pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada&lt;br /&gt;famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa  bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi&lt;br /&gt;perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran&lt;br /&gt;tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi&lt;br /&gt;dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2&lt;br /&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang&lt;br /&gt;istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan&lt;br /&gt;bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan&lt;br /&gt;bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur&lt;br /&gt;nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.&lt;br /&gt;Lingkungan sekitarnya  memberikan dukungan moral kepada pasangan&lt;br /&gt;tersebut,dengan mengatakan bahwa  ini adalah kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia&lt;br /&gt;tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini&lt;br /&gt;membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.&lt;br /&gt;Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan&lt;br /&gt;banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka.&lt;br /&gt;Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.&lt;br /&gt;Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi&lt;br /&gt;mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi&lt;br /&gt;akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari&lt;br /&gt;bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan&lt;br /&gt;organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini&lt;br /&gt;menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka&lt;br /&gt;tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk&lt;br /&gt;menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk&lt;br /&gt;dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri&lt;br /&gt;kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi&lt;br /&gt;pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang&lt;br /&gt;berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.&lt;br /&gt;Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi&lt;br /&gt;sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne.&lt;br /&gt;Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan&lt;br /&gt;selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong&lt;br /&gt;Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan&lt;br /&gt;manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan&lt;br /&gt;tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan&lt;br /&gt;pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia&lt;br /&gt;melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih&lt;br /&gt;karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.&lt;br /&gt;Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang&lt;br /&gt;berasal dari jiwa mereka yang terluka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk&lt;br /&gt;melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah&lt;br /&gt;lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut&lt;br /&gt;untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah&lt;br /&gt;enam jam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.&lt;br /&gt;Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb&lt;br /&gt;berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut&lt;br /&gt;sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam,&lt;br /&gt;tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne&lt;br /&gt;adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati&lt;br /&gt;mereka selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ =&lt;br /&gt;Ada3 point penting yang dapat kita renungkan dari&lt;br /&gt;kisah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun&lt;br /&gt;bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah&lt;br /&gt;kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri,&lt;br /&gt;satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah&lt;br /&gt;apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai&lt;br /&gt;bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun&lt;br /&gt;berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi&lt;br /&gt;kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa  anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian  menjemput mereka, mereka akan menuju surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah&lt;br /&gt;Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi&lt;br /&gt;Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda,dst)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9168459326046671015?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9168459326046671015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9168459326046671015' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9168459326046671015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9168459326046671015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/12/dilema-aborsi.html' title='Dilema Aborsi'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5602190690777807164</id><published>2007-09-29T15:03:00.000+07:00</published><updated>2007-09-29T15:12:16.356+07:00</updated><title type='text'>Email seorang Programmer muda</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Seorang programmer mengirimkan surat berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Yth. Customer Support:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;      Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; otomatis memonitor semua aktivitas system seperti sebuah Virus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Program saya lainnya seperti Hang Out Cafe(c) 2.5 atau Friday Nite&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Party&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; 311&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tidak lagi bisa berjalan dan menyebabkan system menjadi crash&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; setiap kali  dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan, bahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; program Saturday Shopping 3.0 atau Sunday Home Cleaning 3.11 yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; muncul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sementara saya mencoba menjalankan aplikasi favorit saya lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Saat ini saya sedang berfikir untuk kembali ke Girlfriend 7.0 dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; melakukan Uninstall program Wife 1.0 namun tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Mohon bantuannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;  Programmer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;=--------------===================----------------------------------=&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sehari setelah dia mengirim email itu, dia mendapat jawabannya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yth. Bapak Programmer,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;    Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalahpahaman yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan upgrade program&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berfikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Utility &amp;amp; entertainment Program.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan hal yang sebetulnya Wife 1.0 adalah Operating System,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dirancang oleh Programmer kami di HEAVEN UNLIMITED COMPANY untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menjalankan semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 dan kembali ke Girlfriend 7.0.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wife 1.0 tidak dirancang untuk ini karena jika dipaksakan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dilakukan dapat menyebabkan system anda berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kami merekomendasikan tetap menggunakan program Wife 1.0 dan coba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menghadapi beberapa hal yang Anda anggap sebagai kesulitan sebaik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, coba jalankan semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; 8.0 or Hug &amp;amp; Kiss 9.0.&lt;br /&gt;Walaupun beberapa orang menganggap Wife 1.0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; adalah suatu program yang butuh perawatan tinggi, banyak juga orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang tahu bahwa program ini dapat menjadi sangat menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh manfaat  maksimal program Wife 1.0 ini, Anda dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mencoba membeli add-on program seperti Listening 5.0, Flowers 2.5&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; atau Chocolates 1.3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Dalam hal apapun kami sangat tidak erekomendasikan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; install program Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dan hampir dipastikan akan menyebabkan system menjadi crash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Semoga dapat membantu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Customer Service&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5602190690777807164?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5602190690777807164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5602190690777807164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5602190690777807164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5602190690777807164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/email-seorang-programmer-muda.html' title='Email seorang Programmer muda'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2867478860663761270</id><published>2007-09-28T18:34:00.001+07:00</published><updated>2007-09-28T18:40:23.064+07:00</updated><title type='text'>Salah Tafsir</title><content type='html'>&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;    Suatu pagi yang indah di sebuah sekolah dasar,seorang Pak Guru yang begitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; berdedikasi sedang mengajar anak2 muridnya tentang betapa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bahayanya minuman keras kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;    Sebelum memulai mata pelajarannya pada hari itu dia telah mengambil 2  ekor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;cacing yang hidup, sebagai sampel kehidupan dan dua gelas minuman yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;masing2 berisi dengan air mineral dan Whiskey yang mengandung kadar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;alkohol tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; "Coba perhatikan murid2... lihat bagaimana saya akan memasukkan cacing ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; kedalam gelas, perhatikan betul2. Cacing yang sebelah kanan saya, akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; saya masukkan ke dalam air  mineral manakala cacing yang sebelah kiri saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; akan masukkan ke dalam Whiskey. Perhatikan betul2."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Semua mata tertumpu pada kedua2 ekor cacing itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Seperti diperkirakan, cacing yang berada dalam gelas yang berisi air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; mineral itu berenang2 di dasar gelas, manakala cacing yang berada di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; dalam whiskey menggeliat2x lalu mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;    Pak Guru tersenyum lebar, setelah melihat anak2 muridnya memberikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; perhatian sepenuh hati pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; pelajaran praktek yang dia berikan "Baiklah murid2, apa yang kamu dapat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; pelajari dari praktek yang Pak Guru tunjukkan tadi??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; " Dengan penuh keyakinan anak2 muridnya menjawab, UNTUK MENGHINDARI &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;CACINGAN.. MINUMLAH  WHISKEY..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; HUAHAHAHAHAHA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2867478860663761270?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2867478860663761270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2867478860663761270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2867478860663761270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2867478860663761270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/salah-tafsir.html' title='Salah Tafsir'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-12365058829300394</id><published>2007-09-24T18:21:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T18:22:17.027+07:00</updated><title type='text'>Kencan Istimewa</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya berkencan dengan&lt;br /&gt;seorang perempuan lain, besok malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu akan mencintainya, kata istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa-apaan sih, protes saya. Mengapa kamu tidak ikut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu acara kamu berdua, jawab istriku lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang dimaksudnya adalah ibu saya yang telah menjanda selama 19 tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jarang menemuinya karena kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam dan nonton film. Berdua saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan istrimu? kata ibu dari ujung telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah tipe yang selalu curiga kalau menerima telepon di tengah malam atau undangan yang datangnya tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dia, itu pasti akan membawa berita buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, pasti akan menyenangkan kalau kita sekali-kali ke luar berdua saja, jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mau sekali, jawabnya setelah terdiam beberapa lama.Aha, dia masih curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok malam, sepulang kantor saya ke rumah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terlihat agak senewen tapi berdandan resmi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu jelas telah menata rambutnya di salon,dan dia memakai gaunnya yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaun yang dipakai pada pesta ulang tahun perkawinan yang terakhir ketika ayah masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menyambut saya dengan senyum lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang ke kawan-kawan tentang Rencana kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua kaget dan merasa ikut senang seperti ibu sekarang, kata ibu seraya masuk mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang besok pagi ingin tahu ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pergi ke restoran yang agak mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya elegan, menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menggandeng lengan saya ketika memasuki ruangan, persis seperti First Lady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya anggun. Saya harus membacakan daftar menu karena ibu tak bisa lagi membacanya walau dengan kacamata tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang membaca daftar itu, saya berhenti sejenak menengok ke ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sedang memandangi saya dengan senyum kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ibu yang membacakan kamu daftar menu ketika kau masih kecil,&lt;br /&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ibu santai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran saya yang melayani ibu, jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan, kami membincangkan banyak hal sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada topik yang istimewa tapi obrolan mengalir saja sampai-sampai kami terlambat untuk menonton film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantarnya pulang, di muka pintu ibu berkata, Ibu mau pergi lagi dengan kamu, tapi lain kali ibu yang bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju. Bagaimana kencanmu? tanya istri saya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari yang saya duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya tidak tahu mau ngomong apa. jelasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, ibu meninggal karena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba-tiba kejadiannya, saya tidak sempat berbuat apa-apa untuk Menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu berlalu, sepucuk surat tiba dari restoran tempat ibu dan saya makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu dilampiri kopi tanda lunas. Ada selembar kertas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diselipkan di situ, tertuliskan: Ibu sudah bayar makan malam kita karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya tak mungkin kita makan bersama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, ibu sudah bayarkan untuk dua orang, barangkali untuk kau dan istrimu. Anakku, besar sekali arti undanganmu malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik itulah saya mengerti apa pentingnya arti bahwa kita mengatakan kepada orang-orang yang kita sayangi mengenai perasaan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup daripada Tuhan, keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan sedikit waktu Anda untuk mereka, berbagilah dan jangan sampai&lt;br /&gt;terlambat untuk mengatakan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-12365058829300394?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/12365058829300394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=12365058829300394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/12365058829300394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/12365058829300394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/kencan-istimewa.html' title='Kencan Istimewa'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6168472709036550414</id><published>2007-09-20T11:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T11:24:38.241+07:00</updated><title type='text'>No Excuse</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;color:purple;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: purple; font-family: Verdana;"&gt;Don't ever  forget shalat.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6168472709036550414?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6168472709036550414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6168472709036550414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6168472709036550414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6168472709036550414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/no-excuse.html' title='No Excuse'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4932558991857717949</id><published>2007-09-20T10:53:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T11:04:40.876+07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Nilai...</title><content type='html'>Senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan;  tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit, namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an;  namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api;  namun kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah SWT betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH SWT, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------&lt;br /&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1428 H&lt;br /&gt;===============================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4932558991857717949?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4932558991857717949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4932558991857717949' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4932558991857717949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4932558991857717949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/arti-sebuah-nilai.html' title='Arti Sebuah Nilai...'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9070092368894021950</id><published>2007-09-07T19:15:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T19:17:12.509+07:00</updated><title type='text'>Hidup yang bermakna</title><content type='html'>Sebuah kisah bercerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Setahun ia beradaptasi dengan pekerjaannya yang baru sebagai tenaga pengajar. Selanjutnya ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari. Beberapa tahun kemudian ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya selama itu cukup memadai untuk bekal mencari pekerjaan sebagai kepala sekolah. Mulailah ia melamar dari tahun ke tahun setiap kali ia mendengar lowongan untuk kepala sekolah terbuka di kotanya. Namun, setiap kali melamar, ia gagal. Sudah 15 tahun ia menjadi guru dan sudah lebih dari 8 kali ia melamar. Kenyataan ini membuatnya gusar: seorang guru lain yang menurutnya hanya berpengalaman kerja tujuh tahun, berhasil menduduki posisi yang ia dambakan.&lt;br /&gt;Dengan marah, ia menelpon ketua yayasan sekolah yang bersangkutan,&lt;br /&gt;"Aneh sekali kalau Anda menerima orang tersebut, bukan saya," ia mencemooh.&lt;br /&gt;"Saya lebih senior, Pengalaman saya 15 tahun, sedangkan ia hanya tujuh tahun!!&lt;br /&gt;"Oh Anda keliru," Ketua Yayasan itu menanggapi, "Ia berpengalaman&lt;br /&gt;tujuh tahun. Kalau Anda, hanya satu tahun yang diulang sebanyak 15 kali".&lt;br /&gt;Hidup tidak diukur dari lamanya, tetapi dari isinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9070092368894021950?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9070092368894021950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9070092368894021950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9070092368894021950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9070092368894021950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/hidup-yang-bermakna.html' title='Hidup yang bermakna'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6530846147409343992</id><published>2007-09-07T19:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T19:14:48.184+07:00</updated><title type='text'>Garam dan Telaga</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya&lt;br /&gt;gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.&lt;br /&gt;Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air.&lt;br /&gt;Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.&lt;br /&gt;"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya ...", ujar Pak tua itu.&lt;br /&gt;"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.&lt;br /&gt;Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan&lt;br /&gt;ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka&lt;br /&gt;ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu.&lt;br /&gt;Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta&lt;br /&gt;riak air, mengusik ketenangan telaga itu.&lt;br /&gt;"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah."&lt;br /&gt;Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi,&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?".&lt;br /&gt;"Segar", sahut tamunya.&lt;br /&gt;"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;"Tidak", jawab si anak muda.&lt;br /&gt;Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.&lt;br /&gt;"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.&lt;br /&gt;"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya.&lt;br /&gt;Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."&lt;br /&gt;Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.&lt;br /&gt;"Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti&lt;br /&gt;gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan&lt;br /&gt;merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."&lt;br /&gt;Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6530846147409343992?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6530846147409343992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6530846147409343992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6530846147409343992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6530846147409343992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/garam-dan-telaga.html' title='Garam dan Telaga'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-8876593075012003173</id><published>2007-09-07T19:08:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T19:10:57.597+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Penting..</title><content type='html'>Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,&lt;br /&gt;Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,&lt;br /&gt;dan Joget &amp;amp; nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-8876593075012003173?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/8876593075012003173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=8876593075012003173' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8876593075012003173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8876593075012003173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/pelajaran-penting.html' title='Pelajaran Penting..'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3996170896777903590</id><published>2007-09-07T19:04:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T19:06:35.834+07:00</updated><title type='text'>Saringan Tiga Kali..</title><content type='html'>Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.&lt;br /&gt;Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda". "Baiklah,"kata Socrates. " Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :KEBAIKAN&lt;br /&gt;Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk". "Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk&lt;br /&gt;mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu: KEGUNAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?" "Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut. "Kalau begitu," simpul Socrates," jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata- kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3996170896777903590?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3996170896777903590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3996170896777903590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3996170896777903590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3996170896777903590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/saringan-tiga-kali.html' title='Saringan Tiga Kali..'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-7377983396088112904</id><published>2007-09-07T18:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T19:02:35.842+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban</title><content type='html'>Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bias menyelamatkan jiwa Georgi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat, tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian. Tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kamu perlukan?" tanya apoteker tersebut dengan suara marah. "Saya sedang berbicara dengan saudara saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya," Sally menjawab dengan nada yang sama. "Dia sakit... dan saya ingin membeli keajaiban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kamu katakan?," tanya sang apoteker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bias menyelamatkan jiwanya sekarang... jadi berapa harga keajaiban itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu," jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. "Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya... tapi saya juga mempunyai uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa uang yang kamu punya ?" tanya pria itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu dollar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga. "Dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Satu dollar dan sebelas sen... harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu". Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata: "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut. "Operasi itu," bisik ibunya, "seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut, satu dollar dan sebelas sen... ditambah dengan keyakinan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-7377983396088112904?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/7377983396088112904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=7377983396088112904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7377983396088112904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7377983396088112904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/keajaiban.html' title='Keajaiban'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5615625404835616407</id><published>2007-09-07T18:56:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:57:28.201+07:00</updated><title type='text'>SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN</title><content type='html'>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang&lt;br /&gt;ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak&lt;br /&gt;memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun&lt;br /&gt;terjadilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam&lt;br /&gt;penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah&lt;br /&gt;seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga  aku mengirimkan&lt;br /&gt;suratlamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.&lt;br /&gt;Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku&lt;br /&gt;lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama&lt;br /&gt;beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA&lt;br /&gt;mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan&lt;br /&gt;berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu&lt;br /&gt;kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan&lt;br /&gt;astronot khusus di Kennedy Space Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku  menjadi bagian&lt;br /&gt;dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji&lt;br /&gt;klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di&lt;br /&gt;antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tibalah berita yang  menghancurkan itu. NASA memilih Christina&lt;br /&gt;McAufliffe. Aku kalah. Impian  hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa&lt;br /&gt;percaya diriku lenyap, dan amarah  menggantikan kebahagiaanku. Aku&lt;br /&gt;mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa  bukan aku? Bagian diriku&lt;br /&gt;yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpaling pada ayahku. Katanya, "Semua terjadi karena suatu alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat&lt;br /&gt;peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu,&lt;br /&gt;aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan&lt;br /&gt;apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh&lt;br /&gt;puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan&lt;br /&gt;menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua&lt;br /&gt;penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku&lt;br /&gt;tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya&lt;br /&gt;karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku&lt;br /&gt;memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.&lt;br /&gt;Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk&lt;br /&gt;bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frank  Slazak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5615625404835616407?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5615625404835616407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5615625404835616407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5615625404835616407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5615625404835616407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/semua-terjadi-karena-suatu-alasan.html' title='SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5178715613626802329</id><published>2007-09-07T18:51:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:55:23.719+07:00</updated><title type='text'>Dua Pilihan!</title><content type='html'>Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang pernah bersekolah di sana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Saat tidak mengalami gangguan eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, bagi seorang anak seperti Shay, yang mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan baginya untuk bisa mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:&lt;br /&gt;Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball.&lt;br /&gt;Shay bertanya padaku,"Apakah mereka akan membiarkanku ikut bermain?"&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan bahwa dia diterima oleh orang-orang lain, tanpa memperhitungkan kondisi fisiknya yang cacat.&lt;br /&gt;Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak.&lt;br /&gt;Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah Shay mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku.&lt;br /&gt;Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari tempat penonton.&lt;br /&gt;Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.&lt;br /&gt;Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?&lt;br /&gt;Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang hadir tahu bahwa mustahil Shay bisa melakukannya karena jangankan tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, Shay bahkan tidak pernah berhubungan dengan bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju ke dalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk memberikan satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu dengan perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak&lt;br /&gt;dengan bola itu.&lt;br /&gt;Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput.&lt;br /&gt;Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayunkan tongkatnya ke arah bola itu yang mengenai bola itu dengan satu pukulan yang lamban kembali&lt;br /&gt;ke arah pitcher. Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pitcher tersebut melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!".&lt;br /&gt;Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya dia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama.Shay tertegun dan membelalakkan matanya. Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"&lt;br /&gt;Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan menangkap bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu untuk pertama kali dalam hidupnya mempunyai kesempatan menjadi pahlawan untuk membawa kemenangan bagi timnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shay berlari menuju base ketiga.&lt;br /&gt;Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!".&lt;br /&gt;Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen di mana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia bagi sang pahlawan kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan pendidikan atau kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berpikir untuk memforward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir&lt;br /&gt;bahwa kita semua dapat membuat perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:&lt;br /&gt;- Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau,&lt;br /&gt;- Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There is NO WAY to happiness, since happiness is THE WAY itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happiness is not about TO HAVE, but about TO BE."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5178715613626802329?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5178715613626802329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5178715613626802329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5178715613626802329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5178715613626802329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/dua-pilihan.html' title='Dua Pilihan!'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-8881837617538391916</id><published>2007-09-07T18:47:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:50:46.614+07:00</updated><title type='text'>CINTAILAH DIA APA ADANYA</title><content type='html'>Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan"&lt;br /&gt;Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya:&lt;br /&gt;Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan....&lt;br /&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan&lt;br /&gt;saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."&lt;br /&gt;"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".&lt;br /&gt;"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."&lt;br /&gt;"Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."&lt;br /&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."&lt;br /&gt;"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."&lt;br /&gt;"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".&lt;br /&gt;"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."&lt;br /&gt;"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."&lt;br /&gt;"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. "Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.&lt;br /&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;!--IBF.ATTACHMENT_196570--&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-8881837617538391916?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/8881837617538391916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=8881837617538391916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8881837617538391916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8881837617538391916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/cintailah-dia-apa-adanya.html' title='CINTAILAH DIA APA ADANYA'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3777702288108107264</id><published>2007-09-07T18:40:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:43:53.035+07:00</updated><title type='text'>Jangan Tunggu Esok Hari Mengatakan Kepadanya</title><content type='html'>Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th.&lt;br /&gt;Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu&lt;br /&gt;seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda&lt;br /&gt;saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan&lt;br /&gt;saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.&lt;br /&gt;Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu&lt;br /&gt;bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan.&lt;br /&gt;Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya&lt;br /&gt;tentang apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang&lt;br /&gt;kerumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari,saya bercerita kepadanya tentan anak laki-laki yang saya sukai&lt;br /&gt;tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan&lt;br /&gt;segalanya akan beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk&lt;br /&gt;melupakannya.&lt;br /&gt;Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu&lt;br /&gt;bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa&lt;br /&gt;persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya&lt;br /&gt;berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu&lt;br /&gt;bahwa ada sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri,&lt;br /&gt;sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk&lt;br /&gt;mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk&lt;br /&gt;di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang&lt;br /&gt;cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita&lt;br /&gt;tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita&lt;br /&gt;bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan&lt;br /&gt;hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan&lt;br /&gt;saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat&lt;br /&gt;mencintainya tapi saya takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri&lt;br /&gt;bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu&lt;br /&gt;bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di&lt;br /&gt;New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat&lt;br /&gt;bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi&lt;br /&gt;untuk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya untuk diri&lt;br /&gt;saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah&lt;br /&gt;saat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.&lt;br /&gt;Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperoleh pekerjaan sebagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang&lt;br /&gt;analis komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bangga dengan prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan&lt;br /&gt;pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa&lt;br /&gt;menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu&lt;br /&gt;adalah sebuah peristiwa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak&lt;br /&gt;mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati&lt;br /&gt;melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata&lt;br /&gt;kesedihan yang ada di hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat.&lt;br /&gt;Sebelum saya berangkat... tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam&lt;br /&gt;perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.&lt;br /&gt;Kehidupan saya harus terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai&lt;br /&gt;segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan&lt;br /&gt;saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat&lt;br /&gt;kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6&lt;br /&gt;surat kepadanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan&lt;br /&gt;kecil yang mengatakan : "Temui saya di pagar dimana kita biasa&lt;br /&gt;bercakap-cakap"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya&lt;br /&gt;tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami&lt;br /&gt;kesulitan untuk bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia&lt;br /&gt;tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat&lt;br /&gt;menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa&lt;br /&gt;tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap&lt;br /&gt;tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya&lt;br /&gt;kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan&lt;br /&gt;perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia&lt;br /&gt;kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya&lt;br /&gt;harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami&lt;br /&gt;selalu bergembira ketika sedang bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir&lt;br /&gt;bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan&lt;br /&gt;bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke&lt;br /&gt;airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini . Sekarang&lt;br /&gt;saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa hal ini bisa&lt;br /&gt;terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan&lt;br /&gt;surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan&lt;br /&gt;istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah&lt;br /&gt;terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana&lt;br /&gt;mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang dia kerjakan... tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat&lt;br /&gt;pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang&lt;br /&gt;diberikan kepada saya adalah sebuah diary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada&lt;br /&gt;saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya?&lt;br /&gt;Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami miliki&lt;br /&gt;bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami&lt;br /&gt;berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita&lt;br /&gt;bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan&lt;br /&gt;saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya&lt;br /&gt;berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan&lt;br /&gt;jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu&lt;br /&gt;dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.&lt;br /&gt;Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan&lt;br /&gt;istrinya. Saat-saat terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf&lt;br /&gt;demi huruf yang saya tulis kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan&lt;br /&gt;kepadanya kalau saya mencintainya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan&lt;br /&gt;mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau mencintai seseorang, "JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN&lt;br /&gt;KEPADANYA" karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3777702288108107264?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3777702288108107264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3777702288108107264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3777702288108107264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3777702288108107264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/jangan-tunggu-esok-hari-mengatakan.html' title='Jangan Tunggu Esok Hari Mengatakan Kepadanya'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5210411916719922943</id><published>2007-09-07T18:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:38:42.648+07:00</updated><title type='text'>Tujuh Keajaiban Dunia</title><content type='html'>Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari&lt;br /&gt;Tujuh Keajaiban Dunia. Pada awal dari pelajaran,&lt;br /&gt;mereka diminta untuk membuat daftar apa yang&lt;br /&gt;mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia&lt;br /&gt;saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian,&lt;br /&gt;sebagian besar daftar berisi:&lt;br /&gt;1) Piramida&lt;br /&gt;2) Taj Mahal&lt;br /&gt;3) Tembok Besar Cina&lt;br /&gt;4) Menara Pisa&lt;br /&gt;5) Kuil Angkor&lt;br /&gt;6) Menara Eiffel&lt;br /&gt;7) Kuil Parthenon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru&lt;br /&gt;memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang&lt;br /&gt;pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.&lt;br /&gt;Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia&lt;br /&gt;mempunyai kesulitan dengan daftarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis pendiam itu menjawab, Ya, sedikit. Saya&lt;br /&gt;tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. Sang&lt;br /&gt;guru berkata, Baik, katakan pada kami apa yang&lt;br /&gt;kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu&lt;br /&gt;memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, Saya&lt;br /&gt;pikir, Tujuh Keajaiban Dunia adalah,&lt;br /&gt;1) Bisa melihat,&lt;br /&gt;2) Bisa mendengar,&lt;br /&gt;3) Bisa menyentuh,&lt;br /&gt;4) Bisa menyayangi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,&lt;br /&gt;5) Bisa merasakan,&lt;br /&gt;6) Bisa tertawa,&lt;br /&gt;7) Dan, bisa mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah&lt;br /&gt;mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi&lt;br /&gt;manusia dan menyebutnya&lt;br /&gt;keajaiban. Sementara kita lihat lagi semua yang&lt;br /&gt;telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita&lt;br /&gt;menyebutnya sebagai biasa. Semoga anda hari ini&lt;br /&gt;diingatkan tentang segala hal yang betul-betul&lt;br /&gt;ajaib dalam kehidupan anda, misalnya kesehatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5210411916719922943?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5210411916719922943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5210411916719922943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5210411916719922943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5210411916719922943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/tujuh-keajaiban-dunia.html' title='Tujuh Keajaiban Dunia'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9060703075989646372</id><published>2007-09-07T18:16:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:32:57.060+07:00</updated><title type='text'>Semangkuk Mie</title><content type='html'>Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana&lt;br /&gt;segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu&lt;br /&gt;jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia&lt;br /&gt;mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi,&lt;br /&gt;tetapi ia tdk mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu&lt;br /&gt;berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya,&lt;br /&gt;tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan&lt;br /&gt;duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana&lt;br /&gt;segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada&lt;br /&gt;apa nona?" Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air&lt;br /&gt;matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !,&lt;br /&gt;tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari&lt;br /&gt;rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah" "Kau,&lt;br /&gt;seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan&lt;br /&gt;dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang&lt;br /&gt;dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal&lt;br /&gt;ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu&lt;br /&gt;telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini,&lt;br /&gt;mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar&lt;br /&gt;dengannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb?&lt;br /&gt;Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih,&lt;br /&gt;tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan&lt;br /&gt;tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan&lt;br /&gt;sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk&lt;br /&gt;segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan&lt;br /&gt;kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu&lt;br /&gt;rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu&lt;br /&gt;dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau&lt;br /&gt;sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan&lt;br /&gt;makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau&lt;br /&gt;tdk memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya&lt;br /&gt;dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain&lt;br /&gt;disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang&lt;br /&gt;tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka&lt;br /&gt;seumur hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN:&lt;br /&gt;BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI&lt;br /&gt;KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG&lt;br /&gt;BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH&lt;br /&gt;PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH&lt;br /&gt;HAL ITU??&lt;br /&gt;APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9060703075989646372?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9060703075989646372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9060703075989646372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9060703075989646372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9060703075989646372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/semangkuk-mie.html' title='Semangkuk Mie'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4864967796124940822</id><published>2007-09-07T18:08:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:09:10.616+07:00</updated><title type='text'>Sup Batu</title><content type='html'>Suatu ketika, ada 3 orang serdadu yang baru kembali dari medan perang. Mereka tampak lelah dan kelaparan. Mereka, lalu mendatangi sebuah desa kecil, dan berharap mendapatkan sedikit makanan disana. Warga desa, yang telah lama menderita akibat perang dan perseteruan, kini tak lagi ramah. Mereka lalu malah cepat-cepat menyembunyikan semua bahan makanan, ketika melihat kedatangan serdadu itu. Warga desa, menggelengkan kepala sambil berkata bahwa mereka tak punya makanan sedikitpun buat tiga serdadu yang kelaparan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga serdadu, berbisik satu sama lain. Lalu, seorang serdadu menghampiri tetua desa, dan mengatakan sesuatu. "Tanah dan ladang mu, sudah tandus, dan tak memberikan hasil apapun. "Maka dari itu," ujar serdadu pertama, "kami akan memberikanmu sedikit yang kami punya. Yaitu, bagaimana membuat sup dari batu, untuk semua warga desa disini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tetua dan warga desa terkejut. Mereka lalu menyiapkan perapian dan meletakkan tungku yang paling besar, di tengah bongkah-bongkah kayu itu. Mereka mulai menyulut api, saat serdadu itu meletakkan tiga buah batu yang halus di dalam tungku yang telah berisi air. "Sepertinya, ini akan menjadi sup yang paling enak", kata serdadu yang kedua, "Namun, akan lebih lezat jika di tambahkan dengan bumbu dan sedikit penyedap rasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga beranjak dari duduknya, dan berseru, "Ah sepertinya aku punya sedikit garam untuk ditambahkan dalam sup itu." Saat warga desa itu bergegas, beberapa yang lain, juga melakukan hal yang sama. Tak lama kemudian, mereka semua kembali dengan beberapa barang: bumbu, wortel dan daun bawang, makaroni, roti, keju, dan bahkan ada yang membawa sekerat daging. Ada juga yang membawa sebotol anggur untuk diminum. Bahan-bahan itu lalu mulai dicampurkan. Semuanya berkumpul mengelilingi tungku yang mulai mendidih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sup "ajaib" itu pun selesai. Serdadu ketiga mengambil sebuah sendok, dan mencicipi masakan itu. "Ah, sungguh sedap. Mari kita makan bersama." Mereka semua lalu makan bersama, menari dan bernyanyi hingga malam, bersama dengan teman-teman baru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pagi menjelang, ketiga serdadu itu mendapati, semua warga desa berdiri di depan mereka. Didepannya tersaji roti dan keju terbaik yang ada di desa. "Kami semua berterima kasih kepada kalian, sebab, telah mau memberikan pemberian yang terbaik buat kami, warga desa. Kami tak akan melupakan rahasia membuat sup dari batu ini. Kemudian, serdadu yang ketiga menyeruak di tengah kerumunan. "Sebenarnya tak ada rahasia membuat sup. Semuanya telah jelas. Hanya dengan kebersamaan lah kita akan mampu menciptakan kebahagiaan. Dengan saling berbagi lah kita akan dapat menikmati hidup ini lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua serdadu itu mohon diri, dan kembali berjalan. Untuk terus membagikan: "rahasia membuat sup dari batu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;~Author Unknown&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4864967796124940822?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4864967796124940822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4864967796124940822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4864967796124940822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4864967796124940822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sup-batu.html' title='Sup Batu'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-278831301902676216</id><published>2007-09-07T17:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T18:02:40.117+07:00</updated><title type='text'>SULAP SI GADIS BUTA</title><content type='html'>Temanku Whit adalah seorang pesulap profesional,&lt;br /&gt;dan ia disewa sebuah restoran di Los Angeles untuk bermain&lt;br /&gt;sulap tiap sore untuk menghibur pengunjung restoran sementara&lt;br /&gt;mereka makan. Suatu sore ia menghampiri sebuah keluarga, dan&lt;br /&gt;setelah memperkenalkan diri, ia mengeluarkan setumpuk kartu&lt;br /&gt;dan mulai beraksi. Ketika berhadapan dengan seorang gadis&lt;br /&gt;kecil yang duduk di meja tersebut, ia diberitahu bahwa Wendy,&lt;br /&gt;anak tersebut, adalah seorang gadis buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Whit menyahut,"Tak apa-apa. Kalau dia mau, saya ingin mencoba&lt;br /&gt;suatu tipuan sulap." Sambil berbalik pada si anak, Whit&lt;br /&gt;berkata, "Wendy, kamu mau membantu saya melakukan tipuan ini?" Sambil&lt;br /&gt;malu-malu, Wendy mengangkat bahu dan berkata,"Mau"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Whit duduk di kursi di seberang Wendy, lalu berkata, "Saya&lt;br /&gt;akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa berwarna&lt;br /&gt;merah dan hitam. Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan&lt;br /&gt;mengatakan apa warna kartu itu, merah atau hitam. Mengerti kan?" &lt;br /&gt;Wendy mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Whit menunjukkan kartu raja keriting dan berkata,"Wendy, ini&lt;br /&gt;kartu merah atau kartu hitam?" Sesaat kemudiaan, si anak buta&lt;br /&gt;menyahut,"Hitam". Keluarga itu tersenyum. Whit mengangkat kartu tujuh&lt;br /&gt;hati dan berkata,"Ini kartu merah atau kartu hitam?" Wendy&lt;br /&gt;berkata,"merah" Lalu Whit mengangkat kartu ketiga, tiga wajik dan&lt;br /&gt;berkata,"merah atau hitam ?" Tanpa ragu-ragu, Wendy&lt;br /&gt;berkata,"merah !". Keluarganya tertawa dengan gugup. Whit mengangkat&lt;br /&gt;tiga kartu lagi dan  Wendy menebak ketiganya dengan benar !&lt;br /&gt;Keluarganya hampir tak percaya betapa jitu tebakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pada kartu ketujuh, Whit mengangkat lima hati dan&lt;br /&gt;berkata,"Wendy, saya ingin kamu menebak nilai dan jenis kartu ini.&lt;br /&gt;apakah hati, wajik, keriting atau daun." Sejenak kemudian, Wendy&lt;br /&gt;menyahut dengan yakin, "kartunya lima hati" Keluarganya menghembuskan&lt;br /&gt;napas yang tertahan. Mereka tercengang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ayahnya menanyakan pada Whit apakah dia menggunakan tipuan&lt;br /&gt;atau sulap sungguhan. Whit menyahut, "Bapak harus tanya sendiri pada&lt;br /&gt;Wendy" Si ayah berkata,"Wendy, bagaimana caranya ?"  Wendy tersenyum&lt;br /&gt;dan berkata. "Sulap!". Whit berjabatan tangan dengan seluruh&lt;br /&gt;keluarga, memeluk Wendy, meninggalkan kartu namanya, lalu mengucapkan&lt;br /&gt;salam perpisahan. Jelas ia telah menciptakan saat gaib yang tak kan&lt;br /&gt;pernah terlupakan oleh keluarga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pertanyaannya, tentu, bagaimana Wendy tahu warna kartu itu ?&lt;br /&gt;karena Whit belum pernah bertemu Wendy sebelum peristiwa di restoran&lt;br /&gt;itu, ia tentu tak bisa memberi tahu sebelumnya kapan ia akan&lt;br /&gt;mengeluarkan kartu merah atau kartu hitam. dan karena Wendy buta, tak&lt;br /&gt;mungkin ia bisa melihat warna atau nilai kartu saat Whit&lt;br /&gt;menunjukkannya. jadi bagaimana caranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Whit mampu menciptakan  mukjijat sekali seumur hidup ini&lt;br /&gt;dengan menggunakan kode rahasia dan berpikir cepat. Pada awal&lt;br /&gt;kariernya, Whit menciptakan kode kaki untuk menyampaikan informasi&lt;br /&gt;kepada orang lain tanpa kata2. Ia belum sempat menggunakan kode itu&lt;br /&gt;sampai peristiwa di restoran itu. Saat Whit duduk di seberang Wendy&lt;br /&gt;dan berkata," Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya&lt;br /&gt;bisa merah atau hitam," ia mengetuk kaki Wendy (di bawah kaki meja)&lt;br /&gt;sekali saat ia berkata "merah" dan dua kali saat ia mengatakan "hitam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Untuk meyakinkan bahwa Wendy mengerti, ia mengulang tanda&lt;br /&gt;rahasia itu dengan berkata, "Saya ingin kamu menggunakan kekuatan&lt;br /&gt;batinmu dan katakan, apa warna kartu itu, merah (tuk) atau hitam (tuk&lt;br /&gt;tuk). Kamu mengerti?" Waktu Wendy mengangguk, ia tahu bahwa Wendy&lt;br /&gt;sudah mengerti kodenya dan mau ikut bermain. Keluarganya menganggap&lt;br /&gt;waktu Whit bertanya apakah Wendy "mengerti," dia merujuk perintah&lt;br /&gt;lisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bagaimana ia memberitahu kartu lima hati pada Wendy ?&lt;br /&gt;Sederhana. Ia mengetuk kaki Wendy lima kali untuk memberitahu bahwa&lt;br /&gt;kartunya bernilai lima. Waktu ia menanyakan apakah kartunya hati,&lt;br /&gt;daun, keriting atau wajik, ia memberitahu jenisnya dengan mengetuk&lt;br /&gt;kaki Wendy pada saat ia mengatakan "hati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sulap atau keajaiban sesungguhnya dari cerita ini adalah&lt;br /&gt;efeknya pada Wendy. PERISTIWA ITU BUKAN HANYA MEMBERINYA KESEMPATAN&lt;br /&gt;UNTUK BERSINAR SEJENAK DAN MERASA ISTIMEWA DI DEPAN KELUARGANYA, TAPI&lt;br /&gt;JUGA MEMBUATNYA MENJADI SEORANG BINTANG DI RUMAH. DIA YANG SELAMA INI&lt;br /&gt;MERASA MENJADI BEBAN DALAM KELUARGANYA, KINI MERASA SEJAJAR DENGAN&lt;br /&gt;MEREKA KARENA PERISTIWA ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Beberapa bulan setelah kejadian itu, Whit menerima sebuah&lt;br /&gt;paket dari Wendy. Isinya satu set kartu Braille, bersama sepucuk&lt;br /&gt;surat. Di dalam surat itu, Wendy berterima kasih karena Whit telah&lt;br /&gt;membuatnya merasa istimewa, dan menolongnya "melihat" untuk beberapa&lt;br /&gt;saat. WALAUPUN HINGGA SAAT ITU WENDY TETAP TIDAK BISA MELIHAT, NAMUN&lt;br /&gt;SULAP WHIT TELAH MENUMBUHKAN KEPERCAYAN DIRINYA YANG SELAMA INI&lt;br /&gt;HILANG. Wendy menutup isi suratnya dengan berkata bahwa ia ingin Whit&lt;br /&gt;menerima kartu braille tersebut supaya ia bisa memikirkan sulap lain&lt;br /&gt;untuk orang buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Chicken Soup for The Soul&lt;br /&gt;           - Michael Jeffreys -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-278831301902676216?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/278831301902676216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=278831301902676216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/278831301902676216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/278831301902676216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sulap-si-gadis-buta.html' title='SULAP SI GADIS BUTA'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2523060298790884680</id><published>2007-09-07T17:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:57:55.692+07:00</updated><title type='text'>SANG JUARA</title><content type='html'>Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti lomba balap mobil&lt;br /&gt;mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab itu adalah babak&lt;br /&gt;final. Hanya tersisa 4 anak sekarang, dan mereka memamerkan mobil&lt;br /&gt;mainan yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang&lt;br /&gt;begitulah peraturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ada seorang anak yang bernama Mark. Mobilnya tidaklah&lt;br /&gt;istimewa, namun ia termasuk empat orang anak yang masuk ke final.&lt;br /&gt;Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tidak sempurna.&lt;br /&gt;Beberapa anak menyangsikan kemampuan mobil itu melawan mobil lain.&lt;br /&gt;Ya, memang mobil itu tidak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana&lt;br /&gt;dan lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan lampu mewah&lt;br /&gt;yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun Mark bangga dengan itu&lt;br /&gt;semua, sebab mainan tersebut buatan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap&lt;br /&gt;mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong&lt;br /&gt;mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan telah siap&lt;br /&gt;empat mobil, dengan empat `pembalap' kecilnya. Lintasan itu berbentuk&lt;br /&gt;lingkaran dengan empat jalur terpisah diantaranya. Namun sesaat&lt;br /&gt;kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia&lt;br /&gt;tampak sedang berkomat-kamit sambil matanya terpejam, tangan&lt;br /&gt;terkatup. Mark sedang berdoa. Sesaat kemudian ia berkata, "Ya, aku&lt;br /&gt;siap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dor ! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka&lt;br /&gt;mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur&lt;br /&gt;dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan&lt;br /&gt;mobilnya masing-masing. "Ayoo�.Ayooo� Cepat�Cepat�. Maju�Maju�!!!"&lt;br /&gt;begitu teriak mereka. Aha, sang pemenang harus ditentukan, tali&lt;br /&gt;lintasan finishpun telah terlambai. Dan pemenangnya adalah ��&lt;br /&gt;Johnson, yang berada di lintasan tiga. Mark yang bermain di lintasan&lt;br /&gt;satu berada di urutan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pemenangnya hanya ada satu, namun finalis yang lain tetap&lt;br /&gt;mendapatkan hadiah hiburan. Pada saat hadiah diserahkan kepada Mark,&lt;br /&gt;ketua dewan juri secara spontan bergurau "Wah, Mark, tampaknya doamu&lt;br /&gt;tadi tidak dikabulkan. Kamu bukan saja kalah, tapi berada di urutan&lt;br /&gt;terakhir". Mark yang saat itu tampak tenang menjawab "SEPERTINYA&lt;br /&gt;TIDAK ADIL, AGAR SAYA MENANG, SAYA HARUS MEMOHON KEPADA TUHAN AGAR&lt;br /&gt;ORANG LAIN KALAH. JUSTRU SEBALIKNYA, DOA SAYA DIKABULKAN. SAYA HANYA&lt;br /&gt;BERDOA KEPADA TUHAN, AGAR TUHAN MEMBERI SAYA BERKAT AGAR SAYA DAPAT&lt;br /&gt;BERJUANG SEBAIK MUNGKIN UNTUK LOMBA INI. DAN SAYA JUGA MEMINTA KEPADA&lt;br /&gt;TUHAN, APABILA SETELAH SAYA BERJUANG SEBAIK MUNGKIN SAYA TETAP KALAH,&lt;br /&gt;TUHAN MEMBERIKAN SAYA KETABAHAN DAN KEKUATAN, AGAR SAYA TIDAK&lt;br /&gt;MENANGIS DAN BERANI BANGKIT LAGI".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Suasana langsung tampak hening setelah Mark mengucapkan hal&lt;br /&gt;tersebut. Namun beberapa detik kemudian, setiap orang di ruangan itu&lt;br /&gt;mulai bertepuk tangan yang sangat meriah kepada Mark. Mark tidak&lt;br /&gt;berhasil menjuarai permainan hari itu, tapi Mark berhasil menjuarai&lt;br /&gt;KEBIJAKSANAAN HATI yang luar biasa, yang mampu menyentuh nurani&lt;br /&gt;setiap orang yang berada di ruangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadaptasi dari Motivasi Net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2523060298790884680?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2523060298790884680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2523060298790884680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2523060298790884680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2523060298790884680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sang-juara.html' title='SANG JUARA'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-1935702563882437534</id><published>2007-09-07T17:48:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:49:07.767+07:00</updated><title type='text'>B U R N T H E B R I D G E</title><content type='html'>Pada jaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat dicintai rakyatnya. Beliau memerintah dengan adil dan bijaksana. Daerah kekuasaannya semakin hari semakin meluas, karena daerah-2 lain yang mengetahui kepemimpinannya yang bijaksana, dengan sukarela mengabungkan diri ke dalam kerajaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya ada raja-2 di daerah lain yang iri dengan raja tersebut. Mereka merasa semakin hari semakin terdesak dengan kepemimpinan raja yang adil tersebut. Akhirnya, suatu hari, mereka berhasil merebut sebuah pulau kecil milik sang raja bijaksana, yang memang terletak di ujung dan tidak begitu dijaga dengan kuat. Sang raja bijaksana lalu memerintahkan bala pasukannya untuk merebut kembali pulau tersebut. Pasukan pertama yang dikirim gagal. Demikian&lt;br /&gt;pula pasukan kedua, ketiga, dan keempat. Sang saja menjadi gelisah, mengapa untuk merebut sebuah pulau kecil saja selalu gagal. Padahal jumlah prajurit yang dikirimnya kurang lebih sama dengan jumlah musuh yang berada di pulau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pasukan kelima pun dikirim, kali ini dengan sang raja sendiri yang menjadi komandannya. Jumlah pasukan yang dibawa pun tetap sama dengan pasukan-2 sebelumnya, yaitu tujuh kapal perang lengkap dengan segala peralatan dan pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah mendekati pulau tersebut, mereka mendarat di bagian barat yang merupakan daerah terjal, yang tidak terjaga dengan baik. Selesai mendarat, sang raja lalu mengumpulkan semua prajuritnya dan memberikan motivasi yang membakar semangat. Sang raja menyadari, bahwa yang menyebabkan pasukannya kalah bukan karena kalah jumlah atau persenjataan, tapi karena kurangnya motivasi dan keinginan untuk menang dari para pasukannya. Mereka mudah menyerah hanya karena beranggapan bahwa musuh lebih menguasai medan, musuh lebih pandai, dan alasan-2 lain yang mereka ciptakan sendiri. Sang raja lalu berkata dengan tegas ,"Kali ini kita semua harus berhasil dan menang. Dan cara untuk menang hanya ada satu. Kita akan membakar semua kapal perang kita, dan kita akan kembali pulang dengan kapal musuh kita��!!!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang terjadi kemudian, para prajuritnya bertempur dengan mati-matian dan penuh semangat. Tidak ada kata mundur, apalagi kalah. Karena jika mereka kalah, mereka akan dibunuh oleh musuh mereka. Jika mereka bisa melarikan diri dan bersembunyi, mereka akan mati kelaparan karena tidak bisa keluar dari pulau. Kondisi saat itu benar-benar hidup atau mati. Tidak ada jalan lain untuk kembali. Tiga hari tiga malam pertempuran itu berlangsung, dan di awal hari keempat, semua pasukan musuh yang tersisa akhirnya menyerah. Yang&lt;br /&gt;lebih luar biasa, sang raja dengan kebijakannya mau mengampuni pasukan yang menyerah. Sang raja memberikan pilihan, apakah mereka mau pergi dari pulau itu, ataukah mereka tetap tinggal di pulau itu dan menjadi bagian dari rakyatnya. Semua pasukan musuh yang tersisa akhirnya mau menjadi rakyat sang raja, karena mereka merasa kagum akan keberanian, ketangguhan dan kebijakan sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat empat hari kemudian, sang raja dengan pasukannya kemudian kembali ke kerajaan menggunakan kapal musuh mereka. Begitu mereka sampai di tempat, semua rakyat sudah menunggu kedatangan mereka sambil mengelu-ngelukan sang raja. Sejenak sang raja terdiam, lalu berkata dengan bijak "KEMENANGAN INI HANYALAH HASIL AKHIR. TAPI KEBERANIAN UNTUK MEMULAI, DAN `MEMBAKAR JEMBATAN' DI BELAKANG KITA ADALAH KUNCINYA. SAAT KITA `MEMBAKAR JEMBATAN', BUKAN SAJA TIDAK ADA JALAN UNTUK KEMBALI ATAU BERDIAM DIRI, TAPI API AKAN TERUS MENGEJAR KITA, DAN MENDORONG KITA UNTUK MAJU. HANYA MEREKA YANG BERANI `MEMBAKAR JEMBATAN' DI BELAKANGNYA, YANG AKAN MENCAPAI TUJUAN HIDUPNYA ����."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-1935702563882437534?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/1935702563882437534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=1935702563882437534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1935702563882437534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1935702563882437534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/b-u-r-n-t-h-e-b-r-i-d-g-e.html' title='B U R N T H E B R I D G E'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9169215850599931001</id><published>2007-09-07T17:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:47:31.096+07:00</updated><title type='text'>"kisah nyata"</title><content type='html'>Seorang pria membawa pulang truk baru&lt;br /&gt;kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut&lt;br /&gt;sejenak untuk melakukan kegiatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat&lt;br /&gt;gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan&lt;br /&gt;palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru&lt;br /&gt;tersebut penyok dan catnya tergores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tersebut berlari menghampiri anaknya&lt;br /&gt;dan memukulnya, memukul tangan anaknya&lt;br /&gt;dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa&lt;br /&gt;anaknya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk&lt;br /&gt;menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap&lt;br /&gt;gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan&lt;br /&gt;amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi&lt;br /&gt;dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban,&lt;br /&gt;dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf&lt;br /&gt;tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan&lt;br /&gt;jari-jariku akan tumbuh kembali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu&lt;br /&gt;sebelum kau kehilangan kesabaran kepada&lt;br /&gt;seseorang yang kau cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truk dapat diperbaiki. Tulang yang&lt;br /&gt;hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat&lt;br /&gt;diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering kita gagal untuk membedakan&lt;br /&gt;antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa&lt;br /&gt;bahwa mengampuni lebih besar daripada&lt;br /&gt;membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan&lt;br /&gt;yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui&lt;br /&gt;kita selamanya.&lt;br /&gt;Tahan, tunda dan pikirkan sebelum&lt;br /&gt;mengambil tindakan.&lt;br /&gt;Mengampuni dan melupakan, mengasihi&lt;br /&gt;satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau&lt;br /&gt;tidak akan ada waktu untuk mencintainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu tidak dapat kembali....&lt;br /&gt;hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang&lt;br /&gt;dapat di backward dan Forward.........&lt;br /&gt;HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP&lt;br /&gt;saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan sampai kita melakukan kesalahan&lt;br /&gt;yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"&lt;br /&gt;hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih..&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan&lt;br /&gt;kita yang sesungguhnya........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9169215850599931001?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9169215850599931001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9169215850599931001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9169215850599931001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9169215850599931001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/kisah-nyata.html' title='&quot;kisah nyata&quot;'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-8493591265165759690</id><published>2007-09-07T17:42:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:43:54.344+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Janji Untuk Tanti</title><content type='html'>Bandung, 1991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kuliah. Didn't what to do. Gue bukan tipe perempuan tukang nge-mall dan tukang belanja. I was always broke. Bagaimana lah layaknya mahasiswa yang tinggal jauh dari orangtua, tanggal 20 itu cakep banget kalau masih punya uang. Gue juga kebetulan bukan tipe anak yang nipu2 orangtua. Yah dikit2 mah pasti lah (who doesn't?) tapi gak seperti temen gue yang tega banget bilang kepada orangtuanya yang sedang nggarap sawah di kampung, "Bu, perlu uang buat bayar SPP Rp. 1.000.000." Dasar sedeng! Padahal Tahun 1991 di UNPAD itu uang spp cuma Rp.90.000,- /semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantes aja banyak orangtua yang ngomong kuliah itu mahal sekali sehingga merasa gak sanggup memasukan anaknya ke Universitas, padahal mereka denger ceritanya dari temen mereka yang ditipu mentah2 oleh anaknya yang kuliah di Bandung/Jakarta/Yogya/Surabaya (pilih sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, that's a whole different story. Gue ceritain kapan2 yah soal kegeraman gue sama temen2 gue yang doyan nipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jalan dari Balubur, habis nyari buku, ke daerah dekat jalan Merdeka. Gue lupa nama jalannya. Tiba2 gue sadar gue berdiri di depan satu Panti Asuhan. Panti Asuhan Bayi dan anak Muhammadiyah tepatnya. Gak tau angin dari mana, tiba2 gue pengen masuk. Begitu menjejakkan kaki di pintu, gue mencium aroma Minyak Telon. Hmm... this is the ultimate aroma for aromatherapy buat ngilangin stress. Gak usah minyak mahal2, nyium bau Minyak Telon dan Minyak Kayu Putih udah bisa meninggalkan effek calming yang bukan main buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu mungkin dari bagian administrasi menatap ke arah gue dengan tatapan ingin tau.&lt;br /&gt;"Neng, nyari siapa?"&lt;br /&gt;"Bukan nyari siapa2 Bu..cuma tiba2 kok pengen lihat bayi2 di sini.."&lt;br /&gt;"Silahkan aja masuk ke dalam, Neng..bebas kok.."&lt;br /&gt;Gue masuk ke dalam RUANG BAYI 1, tepat di sebelah Ruang Administrasi. Begitu masuk, gue dihadapkan dengan sekitar 8 box bayi yang berjejer di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati gue tercekat. Begitu banyakkah orangtua yang tega membuang bayinya yang baru lahir? Tatapan mata bayi2 berusia 2 minggu-10 bulan itu langsung membuat gue jatuh cinta seketika. What's wrong with their parents? Tidakkah mereka sadar bahwa mereka sudah membuang kesempatan berharga untuk melihat senyum mereka? Satu persatu bayi2 tersebut gue hampiri dan gue belai2 rambutnya. Tiba2, seorang Ibu masuk ke dalam ruangan tsb, sambil membawa baskom air."Neng mau gendong? Sok ajah kalau pengen gendong. Mereka semua haus kasih sayang, Neng..", kata Ibu itu sambil mempersiapkan 1 bayi untuk dimandikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung mengambil bayi laki2 berumur 2 minggu yang paling dekat dengan gue. Gue belum berani menggendong bayi yang lebih besar,takut berontak. Ibu itu menatap gue sambil memandikan 1 bayi perempuan yang kira2 berumur 6 bulan. "Neng, maaf kalau Ibu lancang ya...apakah Neng ini.....sedang hamil?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tertegun mendengarnya. "Ahh enggak Bu...Gak tau kenapa saya pengeeen sekali masuk tadi pas lagi nunggu angkot di depan."&lt;br /&gt;Si Ibu tersenyum. "Duh maaf ya Neng..habis biasanya perempuan muda yang datang ke sini cuma yang mau ngasih bayinya yang hasil kecelakaan..." "Gusti, Ibu..saya teh emang bukan malaikat, tapi kalau saya sampe ngalamin hal kayak gitu, gak mungkin sampe tega saya ngasih ke Panti Asuhan, Bu," kata gue agak tersinggung.&lt;br /&gt;Si Ibu tersenyum lagi. "Syukur lah Neng.. buat saya yang paling miris tuh kalau saya harus nambah 1 box lagi di sini. Itu berarti 1 lagi Ibu yang membuang anaknya. 1 lagi anak yang kehilangan kasih sayang Ibunya." Gue mengangguk2. Perasaan gue gak keruan. Sambil mikir gue ciumi kening bayi merah di pelukan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ibu beranjak keluar membawa baskom air setelah selesai memandikan bayi perempuan tersebut. "Neng, kalau Neng mau, masih ada ruang bayi yang lain di belakang. Barangkali Neng mau lihat bayi yang lain." Gue tertegun. Masih ada yang lain????? Berapa banyak lagi????? Gue letakkan si bayi kecil dan berjalan menuju ruang yang bersambungan dengan Ruang Bayi 1. Ruang Bayi 2. Gue memasuki ruangan tersebut. Lebih besar, ada sekitar 6 box di sana. Bayi2nya lebih besar sedikit dari bayi di Ruang 1. Mata gue mulai basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi2 itu main sendiri tanpa ada yang menemani. Main boneka di box masing2. Babbling sendiri. Duh..apa Ibu2 mereka gak pada kangen ya? Ibu tadi muncul kembali.Mungkin masih belum herannya melihat gue yang entah kenapa kok nyasar ke Panti tersebut tanpa niat apa2. "Kasian ya Neng..Kalau mereka sudah dipindahkan dari Ruang 1, itu berarti kemungkinan mereka untuk diambil orangtua asuh sudah berkurang, karena umurnya juga sudah lebih besar. Rata2 orangtua asuh cuma mau mengambil bayi yang masih di bawah 6 bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma bisa menatap satu persatu bayi2 tersebut dengan hati sendu. Si Ibu penjaga sih sepertinya sudah membatu hatinya. Cuma memandang gue aja masih dengan tatapan heran. Kok mau2nya kali ya perempuan umur 18-an seperti gue iseng2 dateng ke Panti Asuhan. Gue beralih ke box terakhir yang di ujung. Boxnya lebih besar dari yang lain dan usang. Hati gue seperti mau jatuh ke lantai begitu melihat yang terbaring di dalamnya. Bayikah dia? Atau anak kecil sekali?? Kalau bayi, kok besar sekali? Kalau anak kecil kok diam saja tidak bergerak sama sekali?&lt;br /&gt;Ibu itu berkata, "Itu Tanti namanya Neng. Umurnya sekitar 4 tahun. Tapi dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya sama sekali. Lumpuh. Cuma bisa makan makanan bayi saja karena gak bisa ngunyah. Makanya ditaruh di Ruang Bayi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata gue turun sedemikian derasnya sampe gue gak bisa melihat jelas. Tanti cantik sekali! Matanya bulat.Bibirnya merah.Dan bulu matanya sangat panjang.Tapi dia juga sangat kurus seperti tengkorak hidup. "Ada apa dengan dia Bu?", tanya gue dengan hati gak keruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibunya mati2an mau mengugurkan dia sejak umur 2 bulan dalam kandungan. Semua jamu diminum. Tapi Tanti ngotot gak mau keluar. Akhirnya pas umur 8 bulan dia lahir, tapi dengan mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah. Bidan yang menolong sampai shock. Dan si Ibu kabur meninggalkan Tanti di Rumah Bidan tersebut di hari ke 3." Gue cuma bisa menggenggam tangan Tanti dengan hati patah. Kasihan sekali kau sayang....Jahat sekali sih Ibumu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu gue jatuh cinta pada seorang anak bernama Tanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sejak saat itu setiap pulang kuliah gue selalu ke Panti Asuhan tersebut. Gue harus melihat Tanti setiap hari! Kalau tidak, gue langsung gak enak hati, kangen, dan gak karuan rasa. Ibu penjaga sudah bilang bahwa Tanti gak bisa apa2 sama sekali.Dan seperti tidak punya emosi. Karena kalau lapar pun cuma nangis lirih tidak ada suara. Mereka sudah putus harapan dengan Tanti, itu kenapa penjaga2 bayi itu tidak ada yang mengajaknya bicara ataupun bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 minggu. 2 minggu. 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada hari tanpa Tanti buat gue. Setiap hari gue siapkan 2 jam khusus untuk bacain dongeng untuk Tanti. Gue yakin pendengarannya normal karena dia bereaksi dengan mengedip2kan mata kalau gue panggil2 namanya. Di bulan ke 3 gue dapat hadiah yang tidak terkira berharganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sedang bacain cerita lucu. Dan seperti biasa gue menceritakannya dengan heboh. Tiba2 pas di bagian yang lucu tersebut gue dengar suara seperti Tanti tercekik. Gue buru2 bangun dari duduk dan melihat ke arahnya dengan lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA ALLAH! TANTI TERSENYUM!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue seperti gak percaya dengan penglihatan gue. "Tanti!!! Tanti ketawa ya??? Lucu yaaa?,"kata gue sambil loncat2 seperti orang gila. Gue dengar lagi suara yang aneh itu. Tidak seperti suara tertawa biasa, tapi jelas suara tawa! Mata Tanti tersenyum geli dan gigi putihnya terlihat semua. YA ALLAH! GUE BENER!!! TANTI PUNYA EMOSI!! DIA TIDAK CACAT 100%!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue lari keluar ruangan. "BU!!! IBUUUU!!! TANTI KETAWA!!!,"teriak gue. Ibu2 penjaga berlarian ke Ruang Bayi dan melihat gue dengan pandangan takjub. Tanti tertawa lagi mendengar gue sibuk bercerita kepada Ibu2 tersebut. "Neng, aduuhh Neng teh ya. Sabar pisan sama si Tanti sampe dia bisa ketawa begini.." Gue merasa orang paling bahagia di dunia hari itu. Gue membelai keningnya sambil berkata, "Tanti, kalau saya nanti punya banyak duit dan jadi orang kaya kamu bakal saya ambil jadi anak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari gue semakin encourage dia untuk mengeluarkan emosinya. Ternyata otak Tanti tidak cacat. Masih ada yang berfungsi bagian2nya. Gue malah jadi berharap dia bisa bicara... Sayang Allah SWT tidak mengijikan gue untuk lebih lama mendampingi&lt;br /&gt;Tanti. Masalah keluarga dan jadwal kuliah dan tugas yang makin padat membuat gue jadi makin jarang menengok Tanti. Sampai akhirnya di tahun 1992, gue sama sekali gak pernah datang lagi. Cuma pada sekitar tahun 1996 gue teringat lagi Tanti waktu Mama mau menyumbang ke Panti Asuhan tersebut. Gue yang ngeasih tau Mama soal Panti Asuhan dan Tanti. Dan alhamdulillah kabar dari Mama, Tanti masih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sibuk..terlalu kalut..akhirnya... Gue lupa dengan janji gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Singapore, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nelpon adik gue, Kuke di Bandung. Gue minta dia ke Panti Asuhan dan nengok Tanti sekaligus bawa uang sumbangan sekadarnya. Dari waktu ke waktu gue masih inget Tanti. Tapi kesibukan gue yang luar biasa sejak nikah Tahun 1995, apalagi gue gak tinggal di Bandung, membuat gue gak mungkin menengok Tanti. Apalagi gue sudah punya anak sendiri. Tapi gue usahain kalau gue punya uang lebih gue sumbangin sedikit uang untuk Panti, dan untuk membelikan sesuatu untuk Tanti. Besoknya gue nelpon Kuke lagi untuk mengecheck apakah dia sudah ke Panti dan menyampaikan sumbangan sekaligus menengok Tanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue : Kuk, gimana..uangnya udah dikasihin ke Panti? Tanti gimana.&lt;br /&gt;Kuke: Udah Teh. Kemaren sore.&lt;br /&gt;Gue : Gimana Tanti? Udah bisa apa lagi? Sehat?&lt;br /&gt;Kuke: Teh..Teh..itu..anu lho..sabar ya..&lt;br /&gt;Gue : Kenapa?? Ada apa Kuk??&lt;br /&gt;Kuke : Ehmmm..kata Ibu yang jaga, Tanti sudah meninggal tahun kemaren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue..gak bisa..berkata..apa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah gue bilang apa waktu menutup telepon. Tersedu2 gue berucap, Innalilahi Wa Inna Illaihi Rajiun.. Maafkan saya Tanti...Maafkan saya.. Maafkan saya lupa kamu ada.. Maafkan saya terlalu sibuk sampai lupa kamu.. Maafkan saya tidak bisa menepati janji... Maaf..Maaf..Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue benar2 gak tau..Misteri Allah yang menciptakan Tanti yang tidak bisa berfungsi apa2 dalam hidup. Apa tujuan dia dilahirkan di dunia? Gue gak tau. Tapi dalam 1 masa di kehidupan gue, dia menciptakan begitu banyak kebahagiaan di dalam hari2 gue. Gue merasa sangat beruntung bisa bertemu dengannya. Dan Allah SWT begitu sayangnya pada Tanti sehingga Dia memanggil Tanti di usia 11 tahun. Gue bersyukur di satu sisi. Tanti tidak menderita lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanti bisa berlari, bermain, tertawa, dan jumpalitan di tamanNYA. Sesuatu yang tidak bisa ia kerjakan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bertemu dengan Sang Pencipta, maukah engkau katakan padaNYA agar kita berdua dipertemukan kembali di surga. Walaupun saya tau mungkin jangan2saya tidak berhak berada di dalamnya. Tapi saya ingin sekali bisa bertemu denganmu.. Ingin sekali bisa minta maaf karena tidak menepati janji saya padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlarilah di sana Tanti..jumpalitanlah..tertawalah yang riang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mimpiku masih kudengar tawamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis seorang kawan, pada suatu pagi setelah dia mimpi Tanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-8493591265165759690?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/8493591265165759690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=8493591265165759690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8493591265165759690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/8493591265165759690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sebuah-janji-untuk-tanti.html' title='Sebuah Janji Untuk Tanti'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4495768403623539586</id><published>2007-09-07T17:38:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:39:23.853+07:00</updated><title type='text'>Mencari Jarum Kehidupan</title><content type='html'>Di suatu senja tampak Mak Belon celingak-celinguk di halaman rumahnya. Ia kelihatan bingung seperti sedang mencari sesuatu. Tetangga yang melihat tingkah laku Mak Belon pun menjadi ikut resah. Mereka akhirnya tak tahan untuk tidak mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mak Belon barangkali kami bisa menbantu. Rasanya anda sedang mencari sesuatu?"&lt;br /&gt;"Terima kasih," sahut Mak Belon, "aku sedang kehilangan sebuah jarum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tetangga menjadi maklum. Mak Belon memang seorang penjahit, tentu saja sebuah jarum mempunyai arti yang sangat penting baginya. Apalagi mungkin ia harus menyelesaikan pekerjaannya malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap saja para tetangga mulai bergerombol di halaman rumah Mak Belon. Seluruh halaman mereka sisir jengkal demi jengkal namun jarum itu tak jua mereka temukan.&lt;br /&gt;Tak sabar akhirnya seorang dari mereka berujar, "Mak Belon, hari semakin gelap kita harus segera bisa menemukannya. Mungkin anda bisa menunjukkan di daerah sekitar mana jatuhnya jarum tersebut sehingga kita bisa menjadi lebih terarah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lugu Mak Belon menjawab : "Jarum tersebut sebenarnya jatuh di dalam rumah, bukan di halaman ini. Karena keadaan di dalam rumah agak gelap sedang di halaman jauh lebih terang. Kupikir dengan mencari di luar kita akan lebih mudah menemukannya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak para tetangga terperangah, geli bercampur dongkol. Bagaimana mungkin jarum yang hilang di dalam rumah dicarinya di halaman. "Dasar......!" gerutu para tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas atau versi sejenis mungkin sudah pernah anda baca.&lt;br /&gt;Pertama kali saya membaca cerita ini, saya hanya menanggapinya sebagai humor semata. Mungkin andapun akan terbahak-bahak menanggapinya, mungkin pula anda tersenyum simpul atau bahkan tak bereaksi apapun. Tapi anda yang mempunyai "kesadaran" tentu akan tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini merupakan adaptasi dari cerita Rabiah Al-Adawiah, seorang mistik sufi wanita.&lt;br /&gt;Cerita ini merupakan sindiran kepada kita semua, saya dan anda yang tak sadar, yang mencari "jarum kehidupan" di luar diri kita. Kalau jarum Mak Belon berfungsi menyatukan kain-kain menjadi pakaian, "jarum kehidupan" bukanlah sembarang jarum. Jarum ini berfungsi menjahit cara pandang kita pada kehidupan yang beraneka ragam menjadi satu kesadaran yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab suci dari agama apapun pasti memuat ayat yang esensinya menyatakan "carilah jarum kehidupan di dalam dirimu". Tetapi kita semua sudah terbiasa mencarinya di luar diri kita. Entah memang tak sadar atau sadar tapi pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cahaya yang ada diluar sungguh lebih terang bila dibanding pelita yang ada di dalam hati kita, pelita yang ada di dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang beranikah anda meniti ke dalam diri dengan setitik cahaya ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4495768403623539586?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4495768403623539586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4495768403623539586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4495768403623539586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4495768403623539586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/mencari-jarum-kehidupan.html' title='Mencari Jarum Kehidupan'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-818248430212466634</id><published>2007-09-07T17:32:00.001+07:00</published><updated>2007-09-07T17:37:16.213+07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KELEDAI</title><content type='html'>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.&lt;br /&gt;Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.&lt;br /&gt;Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi Sumur dan melarikan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.&lt;br /&gt;Cara untuk keluar dari sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri&lt;br /&gt;kita(pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.&lt;br /&gt;Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :&lt;br /&gt;1. Bebaskan dirimu dari kebencian&lt;br /&gt;2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan&lt;br /&gt;3. Hiduplah sederhana&lt;br /&gt;4. Berilah lebih banyak&lt;br /&gt;5. Berharaplah lebih sedikit&lt;br /&gt;6. Tersenyumlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-818248430212466634?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/818248430212466634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=818248430212466634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/818248430212466634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/818248430212466634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/belajar-dari-keledai_07.html' title='BELAJAR DARI KELEDAI'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2334693655698417031</id><published>2007-09-07T17:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:36:08.862+07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KELEDAI</title><content type='html'>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.&lt;br /&gt;Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.&lt;br /&gt;Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi Sumur dan melarikan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.&lt;br /&gt;Cara untuk keluar dari sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri&lt;br /&gt;kita(pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.&lt;br /&gt;Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :&lt;br /&gt;1. Bebaskan dirimu dari kebencian&lt;br /&gt;2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan&lt;br /&gt;3. Hiduplah sederhana&lt;br /&gt;4. Berilah lebih banyak&lt;br /&gt;5. Berharaplah lebih sedikit&lt;br /&gt;6. Tersenyumlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2334693655698417031?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2334693655698417031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2334693655698417031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2334693655698417031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2334693655698417031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/belajar-dari-keledai.html' title='BELAJAR DARI KELEDAI'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6780981682914204163</id><published>2007-09-07T17:17:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T17:30:45.852+07:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Pasien</title><content type='html'>Di sebuah rumah sakit, di salah satu sudut kamar rawat-inap ada dua orang lelaki yang menderita sakit cukup parah, kedua orang tersebut hanya dipisahkan oleh pembatas tipis, sehingga mereka berdua bisa bercakap-cakap walau tidak bisa melihat satu dengan yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang lelaki setiap 1 jam dalam sehari diizinkan duduk di dekat jendela, untuk membantu melonggarkan pernafasannya, sedangnya lelaki yang satu lagi tidak bisa bangun karena beberapa bagian tulang patah dan luka dalam yang cukup parah mengharuskan ia terus terbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaannya mereka bercakap-cakap, tentang pekerjaan, keluarga, kegemaran dan membicarakan apapun agar mereka tidak bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setiap siang, lelaki yang diizinkan duduk, menghadap jendela dan selalu bercerita apa saja yang bisa ia lihat di luar melalui satu-satunya jendela yang ada di ruang rawat-inap mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak dari jendela taman dengan kolam yang bersih dan luas dengan beberapa bebek di sekitarnya, ada beberapa anak-anak bermain kapal-kapalan, beberapa remaja bergandengan tangan, ada juga orang-orang tua yang nampak bercakap-cakap dan membaca buku di kursi-kursi sekitar taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang terbaring hanya mendengar dengan seksama dan sesedikit berkomentar untuk meramaikan suasana, kadang gelak tawa muncul dari dua orang yang sudah bosan dirawat terus menerus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, terdengar parade band yang begitu jelas, riuh rendah, lelaki yang diizinkan duduk segera menghadap jendela dan bercerita begitu detilnya kepada temannya yang terbaring, sementara lelaki yang terbaring dengan gembira menyimak apa yang diceritakan temannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlalu, di suatu pagi, beberapa petugas rumah sakit masuk ke ruangan tersebut masuk lebih banyak daripada hari biasa, suara-suara roda ranjang yang didorong nampak jelas, beberapa saat kemudian keadaan sepi lagi, hanya ada seorang perawat yang seperti biasa membantu mengganti perban lelaki yang terbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu mengatakan sudah saatnya perban disekitar muka lelaki yang terbaring bisa dibuka dan bisa bertukar tempat karena ranjang yang satu lagi telah kosong, lelaki selalu terbaring begitu gembira, karena dengan begitu ia bisa melihat lagi, tidak perlu mendengar cerita dari temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ia bisa melihat dekat jendela, ia terkejut, karena hanya cahaya siang dan tembok saja yang nampak dihadapan jendela, ia lalu berkeluh kesah bahwa selama ini ia dibohongi oleh teman sekamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu hanya tersenyum dan mengatakan, " mungkin dia hanya ingin membuat anda gembira dan bersemangat, teman kamar anda itu buta sejak ia dirawat di kamar ini dan sudah meninggal pagi tadi".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6780981682914204163?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6780981682914204163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6780981682914204163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6780981682914204163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6780981682914204163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/kisah-dua-pasien.html' title='Kisah Dua Pasien'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2875771596348436542</id><published>2007-09-06T19:00:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T19:01:02.250+07:00</updated><title type='text'>Elang dan Kalkun</title><content type='html'>Konon, di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang : "Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!".&lt;br /&gt;Elang membalas : "Kedengarannya ide yang bagus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, "Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, "Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?". Sapi menjawab, "Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab, "Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan". Kalkun tambah bingung, "Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?" Sapi menjawab, "Tepat sekali! Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada, kami tempat untuk tinggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang dan Kalkun menjadi syok berat! Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan. Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalkun berkata pada Elang, "Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun.Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup." Elang juga goyah dengan pengalaman ini : "Saya tidak tahu tentang semua ini.Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya. Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh&lt;br /&gt;terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pepatahkuno, selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2875771596348436542?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2875771596348436542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2875771596348436542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2875771596348436542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2875771596348436542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/elang-dan-kalkun.html' title='Elang dan Kalkun'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6171770689765804499</id><published>2007-09-06T18:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:48:01.619+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Tidak Pernah Tidur</title><content type='html'>Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.&lt;br /&gt;Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.&lt;br /&gt;Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.&lt;br /&gt;Dia menyilahkan saya duduk.&lt;br /&gt;"Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.&lt;br /&gt;Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat.&lt;br /&gt;Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "Tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja."&lt;br /&gt;Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang.&lt;br /&gt;Keadaan yang semula canggung mulai hilang.&lt;br /&gt;Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?"&lt;br /&gt;Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.&lt;br /&gt;"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya. "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?"&lt;br /&gt;Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...&lt;br /&gt;"Gusti Tuhan, ora sare dik, (Tuhan itu tidak pernah istirahat)", begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya."&lt;br /&gt;Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan..."&lt;br /&gt;Degh. Duh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Tuhan ora sare".&lt;br /&gt;Tuhan Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani.&lt;br /&gt;Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.&lt;br /&gt;Hmm.. saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. "Ya Tuhan, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat"&lt;br /&gt;Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Tuhan Ora Sare.. Gusti Tuhan Ora Sare...&lt;br /&gt;Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Tuhan memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.&lt;br /&gt;Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.&lt;br /&gt;Namun, rupanya tahun ini Tuhan punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Tuhan pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar n istimewa.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan kekuatan...&lt;br /&gt;Namun,Tuhan memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...&lt;br /&gt;Namun, Tuhan memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...&lt;br /&gt;Namun, Tuhan memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan keberanian...&lt;br /&gt;Namun, Tuhan memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang...&lt;br /&gt;Namun, Tuhan memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...&lt;br /&gt;Namun,Tuhan memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6171770689765804499?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6171770689765804499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6171770689765804499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6171770689765804499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6171770689765804499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/tuhan-tidak-pernah-tidur.html' title='Tuhan Tidak Pernah Tidur'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3764178349212474938</id><published>2007-09-06T18:44:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:45:33.254+07:00</updated><title type='text'>BERUANG DAN IKAN KECIL</title><content type='html'>Suatu hari seekor beruang menunggu di tepi sungai untuk menangkap ikan. Setelah sepanjang hari menanti, akhirnya ia berhasil menangkap seekor ikan kecil. Namun, ikan kecil itu membujuk beruang agar melepaskannya. "Wahai beruang yang baik, janganlah engkau memakan saya, saya ini kecil tak akan membuatmu kenyang. Bagaimana kalau kamu lepaskan aku dan tunggu aku beberapa bulan lagi, saat itu aku sudah gemuk dan engkau pasti kenyang memakanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruang tertawa dan menjawab:"Apakah kamu tahu kenapa saya bisa tinggi besar dan kuat seperti sekarang? karena saya tak pernah melepaskan keberuntungan yang sudah ada di tangan untuk ditukar dengan sesuatu yang sudah pasti di masa depan, sekecil apapun keberuntungan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita rakyat yang dikutip dari buku Sin Cing ini menggambarkan betapa kita jangan mensia-siakan kesempatan sekecil apapun. Jangan terjebak dengan harapan besar yang tidak dapat dipastikan di masa depan. Melainkan kita harus memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk menggapai cita-cita yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran, ketekunan, keyakinan, dan mensyukuri apa yang diperoleh merupakan sesuatu yang sangat positif bagi masa depan. Musuh utama dalam diri kita adalah rasa takut, takut gagal, takut melangkah, takut salah, putus asa, dan lain-lain. Bayangan-bayangan suram hanya akan menghambat langkah kita untuk maju.".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3764178349212474938?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3764178349212474938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3764178349212474938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3764178349212474938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3764178349212474938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/beruang-dan-ikan-kecil.html' title='BERUANG DAN IKAN KECIL'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-586250792782866941</id><published>2007-09-06T18:40:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:43:43.389+07:00</updated><title type='text'>Kisah Pianis</title><content type='html'>Kisah ini terjadi di Rusia.&lt;br /&gt;Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano.&lt;br /&gt;Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis.&lt;br /&gt;Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.&lt;br /&gt;Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya.&lt;br /&gt;Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi.&lt;br /&gt;Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya.&lt;br /&gt;Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.&lt;br /&gt;Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.&lt;br /&gt;Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.&lt;br /&gt;Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.&lt;br /&gt;Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.&lt;br /&gt;Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.&lt;br /&gt;Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah.&lt;br /&gt;Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.&lt;br /&gt;Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.&lt;br /&gt;Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!"&lt;br /&gt;Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna. Apa implikasinya dalam hidup kita ?&lt;br /&gt;Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di&lt;br /&gt;samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God always be with you in all you do&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-586250792782866941?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/586250792782866941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=586250792782866941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/586250792782866941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/586250792782866941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/kisah-pianis.html' title='Kisah Pianis'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4249568382687464045</id><published>2007-09-06T18:38:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:39:35.406+07:00</updated><title type='text'>Sebentuk Kalung Mutiara</title><content type='html'>Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima&lt;br /&gt;tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu&lt;br /&gt;supermarket.Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat&lt;br /&gt;sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung&lt;br /&gt;dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak&lt;br /&gt;begitu indah,sehingga&lt;br /&gt;Anisa sangat ingin memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya,&lt;br /&gt;sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji:&lt;br /&gt;Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan&lt;br /&gt;tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda&lt;br /&gt;yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya&lt;br /&gt;bertanya :&lt;br /&gt;"Ibu,bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos&lt;br /&gt;kaki&lt;br /&gt;yang tadi... " Sang Bun da segera mengambil kotak kalung dari tangan&lt;br /&gt;Anisa.Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang&lt;br /&gt;memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja&lt;br /&gt;langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak&lt;br /&gt;konsisten...&lt;br /&gt;"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos&lt;br /&gt;kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari&lt;br /&gt;kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan.&lt;br /&gt;Setuju ?" Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan&lt;br /&gt;kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu"&lt;br /&gt;Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya.&lt;br /&gt;Menurutnya,kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa&lt;br /&gt;secantik Ibunya.Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan&lt;br /&gt;ketika&lt;br /&gt;tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,&lt;br /&gt;kata ibunya, jika basah,kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya&lt;br /&gt;menjadi hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar&lt;br /&gt;tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah&lt;br /&gt;bertanya "Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah ?" "Tentu dong... Ayah&lt;br /&gt;pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."&lt;br /&gt;"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari&lt;br /&gt;nenek... ! Itu kesayanganku juga"&lt;br /&gt;"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa&lt;br /&gt;sebelum&lt;br /&gt;keluar dari kamar Anisa.&lt;br /&gt;Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah&lt;br /&gt;bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?"&lt;br /&gt;"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?".&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu."&lt;br /&gt;"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie&lt;br /&gt;ini.." Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu&lt;br /&gt;menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk&lt;br /&gt;kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati,&lt;br /&gt;Anisa rupanya sedang menangis diam-diam.&lt;br /&gt;Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir&lt;br /&gt;bulir-bulir air mata membasahi pipinya...&lt;br /&gt;"Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?"&lt;br /&gt;Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya&lt;br /&gt;melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya " Kalau Ayah mau...&lt;br /&gt;ambillah kalung Anisa"&lt;br /&gt;Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil&lt;br /&gt;Anisa.&lt;br /&gt;Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang&lt;br /&gt;satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... sama cantiknya&lt;br /&gt;dengan kalung yang sangat disayangi Anisa...&lt;br /&gt;"Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi&lt;br /&gt;kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"&lt;br /&gt;Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan&lt;br /&gt;kalung mutiara imitasi Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan ALLAH. Terkadang Dia meminta sesuatu&lt;br /&gt;dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih&lt;br /&gt;baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari&lt;br /&gt;Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga,dan oleh&lt;br /&gt;karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan... baik itu berupa&lt;br /&gt;barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan&lt;br /&gt;ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan&lt;br /&gt;yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4249568382687464045?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4249568382687464045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4249568382687464045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4249568382687464045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4249568382687464045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sebentuk-kalung-mutiara.html' title='Sebentuk Kalung Mutiara'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3145515291827955103</id><published>2007-09-06T18:36:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:37:41.538+07:00</updated><title type='text'>BUNDA....</title><content type='html'>Suatu saat ibu saya mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena&lt;br /&gt;dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi&lt;br /&gt;berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar,&lt;br /&gt;tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya&lt;br /&gt;mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang&lt;br /&gt;berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko&lt;br /&gt;terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang&lt;br /&gt;cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di&lt;br /&gt;bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini&lt;br /&gt;saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian,&lt;br /&gt;saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah&lt;br /&gt;mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata, tangan-tangannya sudah mulai&lt;br /&gt;dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat&lt;br /&gt;melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa&lt;br /&gt;kasihan yang dalamkepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan&lt;br /&gt;air mata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan&lt;br /&gt;lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun&lt;br /&gt;tersebut. Pakaian ini begitu indah,dan dia membelinya. Perjalanan belanja&lt;br /&gt;kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat&lt;br /&gt;terlupakan dari ingatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada&lt;br /&gt;di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang&lt;br /&gt;sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan&lt;br /&gt;kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju,&lt;br /&gt;membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya,&lt;br /&gt;sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling&lt;br /&gt;membekas dalam hati saya. Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar&lt;br /&gt;ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya ... dan yang membuatnya&lt;br /&gt;terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah&lt;br /&gt;tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan&lt;br /&gt;telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan&lt;br /&gt;berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya&lt;br /&gt;hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan&lt;br /&gt;memiliki keindahannya tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung,&lt;br /&gt;tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu... With Love&lt;br /&gt;to All Mother " JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG&lt;br /&gt;LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA&lt;br /&gt;". Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik&lt;br /&gt;untuknya...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lakukanlah yang Terindah dan Terbaik yang Anda dapat persembahkan Untuknya "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3145515291827955103?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3145515291827955103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3145515291827955103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3145515291827955103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3145515291827955103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/bunda.html' title='BUNDA....'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5563278252533673044</id><published>2007-09-06T18:35:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:36:13.554+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Rumus 90:10</title><content type='html'>Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah. Anak&lt;br /&gt;perempuan anda tiba-tiba tanpa sengaja menumpahkan&lt;br /&gt;kopi sehingga baju seragam anda kotor.&lt;br /&gt;Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga&lt;br /&gt;dia menangis. Kemarahan anda merembet kepada&lt;br /&gt;pembantu karena menaruh cangkir kopi terlalu dekat ke&lt;br /&gt;anak Anda. Terjadi debat kusir dengan pasangan anda.&lt;br /&gt;Dengan rasa jengkel, anda tinggalkan meja untuk&lt;br /&gt;ganti seragam. Selesai ganti pakaian, anda melihat anak&lt;br /&gt;anda masih menangis dan bersiap untuk&lt;br /&gt;pergi sekolah tanpa menyelesaikan sarapannya.&lt;br /&gt;Tapi dia sudah ditinggalkan mobil jemputan.&lt;br /&gt;Anda bergegas ke mobil dan berteriak kepada anak&lt;br /&gt;anda untuk segera naik mobil. Anda terpaksa mengantarnya&lt;br /&gt;ke sekolah. Kemudian ngebut karena terlambat.&lt;br /&gt;Sialnya waktu memotong jalan, anda dihentikan polisi dan&lt;br /&gt;terpaksa damai ! dengan memberikan imbalan Rp.&lt;br /&gt;50.000,-. Sampai di sekolah, anak anda langsung lari dari&lt;br /&gt;mobil tanpa mengucapkan sepatah kata-kata.&lt;br /&gt;Setelah berjuang keras, akhirnya anda tiba dikantor&lt;br /&gt;terlambat 20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, anda baru sadar bahwa anda lupa membawa&lt;br /&gt;tas kerja anda. Anda memulai hari itu dengan kejadian&lt;br /&gt;yang menjengkelkan. Ketika waktu berlanjut, semua&lt;br /&gt;keadaan seolah-olah berubah menjadi semakin kacau.&lt;br /&gt;Sore hari, anda pulang kerumah dengan lesu. Disambut&lt;br /&gt;suasana "dingin" dari pasangan, anak dan pembantu anda.&lt;br /&gt;Semua itu terjadi karena reaksi atau respon yang&lt;br /&gt;anda lakukan di pagi hari.&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah mengalami kejadian serupa.&lt;br /&gt;Kesialan diikuti berbagai kesialan lainnya.&lt;br /&gt;Hal-hal yang tidak menyenangkan datang silih berganti.&lt;br /&gt;Hal itu bisa berupa stress, rasa kurang bahagia&lt;br /&gt;dan kemarahan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;putus hubungan persahabata! n, dijauhi teman,&lt;br /&gt;menyebalkan dan kadang sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;Coba cermati contoh kasus tersebut.&lt;br /&gt;Mengapa anda mengalami hari-hari yang menyebalkan?&lt;br /&gt;a. Apakah karena kopi tumpah di baju seragam anda?&lt;br /&gt;b. Apakah karena anak anda yang menyebabkannya?&lt;br /&gt;c. Ataukah karena Pak Polisi yang menilang anda?&lt;br /&gt;d. Atau akibat perilaku anda sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah : Sesungguhnya anda bisa&lt;br /&gt;mengendalikan reaksi anda pada kejadian tersebut.&lt;br /&gt;Hanya reaksi spontan anda, yang mengakibatkan&lt;br /&gt;semua itu terjadi. Anda bisa merubah situasi&lt;br /&gt;menyebalkan itu menjadi lebih menyenangkan dengan&lt;br /&gt;menerapkan rumus 90: 10. Artinya, 10% dari kehidupan&lt;br /&gt;kita berupa "takdir" yang harus diterima, dan 90% lainnya,&lt;br /&gt;disebabkan oleh reaksi anda terhadap berbagai tekanan&lt;br /&gt;dan kejadian yang menimpa Anda. Kita tidak bisa&lt;br /&gt;mengendalikan 10% faktor takdir. Anak tidak&lt;br /&gt;sengaja menumpahkan kopi, mobil mogok.&lt;br /&gt;Jadual penerbangan terlambat sehingga&lt;br /&gt;seluruh rencana kerja menjadi kacau, dan terjebak&lt;br /&gt;dalam kemacetan lalu lintas. Ini realita yang tidak bisa&lt;br /&gt;dikontrol. Berbeda dengan aspek 90% sisanya.&lt;br /&gt;Anda bisa mengendalikan dan mengatur reaksi atau&lt;br /&gt;respon yang akan anda lakukan terhadap kejadian&lt;br /&gt;yang menimpa anda. Jangan biarkan berbagai&lt;br /&gt;kejadian itu mengatur anda. Anda pasti bisa&lt;br /&gt;mengendalikan bagaimana reaksi&lt;br /&gt;atau respon terbaik yang harus anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut, contoh yang seharusnya anda lakukan. Kopi&lt;br /&gt;menumpahi seragam anda.&lt;br /&gt;Anak anda kaget bahkan terlihat akan menangis. Anda&lt;br /&gt;bisa berkata, "Nak, tidak apa-apa cuma basah.&lt;br /&gt;Lain kali, berhati-hati kalau sarapan." Anda&lt;br /&gt;segera ke kamar dan mengganti baju seragam.&lt;br /&gt;Waktu anda kembali anda lihat&lt;br /&gt;anak anda sudah selesai sarapan dan segera lari ke&lt;br /&gt;depa! n, menuju mobil jemputan sambil melambaikan&lt;br /&gt;tangan kepada anda. Anda, anda masih bisa baca&lt;br /&gt;koran dan bercengkerama sebentar sebelum anda siap&lt;br /&gt;pergi ke kantor. Anda tiba di kantor 5 menit sebelum&lt;br /&gt;jam kerja, dengan gembira. Anda menyapa semua&lt;br /&gt;rekan dan anak buah anda di sepanjang jalan menuju&lt;br /&gt;kamar kerja. Anda mendapat pujian bos dan bawahan&lt;br /&gt;yang mengamati gerak gerik anda.&lt;br /&gt;Hari ini sungguh menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amati apa perbedaan yang terjadi diantara dua skenario&lt;br /&gt;di atas. Semua dimulai dengan kejadian yang sama,&lt;br /&gt;kopi tumpah (aspek 10%) yang tidak bisa&lt;br /&gt;anda cegah. Namun hasilnya jauh berbeda, karena&lt;br /&gt;cara anda (aspek 90% ) kejadian tersebut berbeda.&lt;br /&gt;Jangan bereaksi negatif terhadap suatu kejadian&lt;br /&gt;yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;Berikan reaksi yang positif, dan yakinkan bahwa hal&lt;br /&gt;itu tidak akan merusak hari-hari anda selanjutnya.&lt;br /&gt;Namun, apabila anda m! emberikan reaksi&lt;br /&gt;atau respon yang salah, maka pasti akan berdampak&lt;br /&gt;buruk bagi anda selanjutnya.&lt;br /&gt;Apa reaksi anda bila terjebak kemacetan&lt;br /&gt;lalu-lintas? Apakah membunyikan klakson mobil&lt;br /&gt;sekeras-kerasnya. Apakah dengan berlaku seperti&lt;br /&gt;itu kejadian akan membaik? Apakah detak jantung&lt;br /&gt;anda menjadi normal atau sebaliknya?&lt;br /&gt;Apakah orang lain peduli bila akhirnya anda terlambat&lt;br /&gt;tiba di kantor 10-20 menit? Mengapa anda&lt;br /&gt;membiarkan kejadian tersebut merusak&lt;br /&gt;seluruh hari anda? Ingat rumus 90 :10.&lt;br /&gt;Rahasia manfaat penerapan rumus 90 : 10 dalam&lt;br /&gt;kehidupan sehari-hari itu sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;Namun, sedikit diantara'kita yang memahaminya,&lt;br /&gt;sehingga jutaan orang menderita stress dan&lt;br /&gt;berbagai macam masalah pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5563278252533673044?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5563278252533673044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5563278252533673044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5563278252533673044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5563278252533673044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/rahasia-rumus-9010.html' title='Rahasia Rumus 90:10'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5713154461799595783</id><published>2007-09-06T18:34:00.001+07:00</published><updated>2007-09-06T18:34:49.849+07:00</updated><title type='text'>Karena kau tulang rusukku...</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka : Kamu dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka : Apa kabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka : Belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara tersenyum manis, lalu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Good bye...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5713154461799595783?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5713154461799595783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5713154461799595783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5713154461799595783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5713154461799595783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/karena-kau-tulang-rusukku.html' title='Karena kau tulang rusukku...'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2332995506506098458</id><published>2007-09-06T18:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:33:37.298+07:00</updated><title type='text'>Siapa yang Tak Mati?</title><content type='html'>Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu - satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih - alih memberinya kata - kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu saja syaratnya?" tanya wanita itu dengan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan "semangat 45", wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, "Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya : "Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?" "Oh, boleh saja," jawab tuan rumah. "Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?" "Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu." Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengetuk rumah - rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. "Ayah kami barusan wafat...," "Kakek kami sudah meninggal...," "Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu...," dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur - angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, "Guru, saya akan menguburkan anak saya." Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja Sang Guru bisa mengerahkan kesaktian dan menghidupkan kembali anak yang telah mati itu, tetapi kalau pun bisa demikian, apa hikmahnya? Bukankah anak tersebut suatu hari akan mati lagi juga? Alih - alih berbuat demikian Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa duka cita mendalam seperti dalam cerita di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan hanya benar - benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan&lt;br /&gt;(2) bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang&lt;br /&gt;    bersumber dari dalam diri kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2332995506506098458?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2332995506506098458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2332995506506098458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2332995506506098458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2332995506506098458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/siapa-yang-tak-mati.html' title='Siapa yang Tak Mati?'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6214076248742875928</id><published>2007-09-06T18:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:31:38.855+07:00</updated><title type='text'>Cinta Laki-laki Biasa</title><content type='html'>MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia&lt;br /&gt;mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari&lt;br /&gt;yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata&lt;br /&gt;miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak,&lt;br /&gt;tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari&lt;br /&gt;sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.&lt;br /&gt;Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan&lt;br /&gt;lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang&lt;br /&gt;barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.&lt;br /&gt;Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik&lt;br /&gt;nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan&lt;br /&gt;spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di&lt;br /&gt;kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang&lt;br /&gt;pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli&lt;br /&gt;untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena&lt;br /&gt;semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang&lt;br /&gt;sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu pasti bercanda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,&lt;br /&gt;disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa&lt;br /&gt;dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania&lt;br /&gt;bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang&lt;br /&gt;balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli&lt;br /&gt;memang melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli&lt;br /&gt;berani melamar anak Papa yang paling cantik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda&lt;br /&gt;baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu&lt;br /&gt;berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh&lt;br /&gt;seleidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya&lt;br /&gt;pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?" Mama mengambil inisiatif&lt;br /&gt;bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa&lt;br /&gt;saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana,&lt;br /&gt;sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca&lt;br /&gt;puisi seprovinsi. Suaramu bagus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu&lt;br /&gt;yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki&lt;br /&gt;manapun yang kamu mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa,&lt;br /&gt;kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian&lt;br /&gt;mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nania Cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata mengambang di&lt;br /&gt;kelopak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat&lt;br /&gt;tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan&lt;br /&gt;biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat&lt;br /&gt;biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi&lt;br /&gt;parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana&lt;br /&gt;tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat&lt;br /&gt;pencapaiannya hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali&lt;br /&gt;karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak&lt;br /&gt;punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'.&lt;br /&gt;Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania&lt;br /&gt;menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di&lt;br /&gt;sampingnya Nania bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya menikah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setahun pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di&lt;br /&gt;belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania&lt;br /&gt;masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di&lt;br /&gt;mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga&lt;br /&gt;Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara&lt;br /&gt;dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat&lt;br /&gt;bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak&lt;br /&gt;percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini&lt;br /&gt;dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga pintar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sepintarmu, Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik&lt;br /&gt;mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan&lt;br /&gt;tidak perlu lelaki untuk menghidupimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah&lt;br /&gt;menikah dan sebentar lagi punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal&lt;br /&gt;Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu&lt;br /&gt;perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka&lt;br /&gt;memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari&lt;br /&gt;cukup untuk hidup senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu&lt;br /&gt;memforsir diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu&lt;br /&gt;khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya&lt;br /&gt;maksud baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu&lt;br /&gt;sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania&lt;br /&gt;cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan&lt;br /&gt;pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat&lt;br /&gt;sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin&lt;br /&gt;gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar&lt;br /&gt;dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu&lt;br /&gt;berada di puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan&lt;br /&gt;bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan&lt;br /&gt;kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik ya? dan kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak imbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania&lt;br /&gt;belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan&lt;br /&gt;bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.&lt;br /&gt;Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu&lt;br /&gt;itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu&lt;br /&gt;dari waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera&lt;br /&gt;dikeluarkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam&lt;br /&gt;rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu&lt;br /&gt;merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam&lt;br /&gt;hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya&lt;br /&gt;waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan&lt;br /&gt;menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta&lt;br /&gt;orangtua Nania belum satu pun yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat&lt;br /&gt;pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan&lt;br /&gt;melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi&lt;br /&gt;pembukaan berjalan lambat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru pembukaan satu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum ada perubahan, Bu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster empat jam kemudian&lt;br /&gt;menyemaikan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang pembukaan satu lebih sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa&lt;br /&gt;memiliki sense of humor yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,&lt;br /&gt;didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu&lt;br /&gt;kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih pembukaan dua, Pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang&lt;br /&gt;sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.&lt;br /&gt;Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua&lt;br /&gt;kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dokter?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?&lt;br /&gt;Bagaimana jika terlambat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena&lt;br /&gt;Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.&lt;br /&gt;Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat&lt;br /&gt;ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan&lt;br /&gt;dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu&lt;br /&gt;yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,&lt;br /&gt;telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan&lt;br /&gt;langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan&lt;br /&gt;diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir&lt;br /&gt;lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendarahan hebat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.&lt;br /&gt;Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung&lt;br /&gt;beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya&lt;br /&gt;dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari&lt;br /&gt;kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga&lt;br /&gt;anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu&lt;br /&gt;sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai&lt;br /&gt;empat hari, mereka sudah boleh membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di&lt;br /&gt;rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil.&lt;br /&gt;Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania&lt;br /&gt;dengan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah&lt;br /&gt;sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan&lt;br /&gt;tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi&lt;br /&gt;Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran&lt;br /&gt;kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang&lt;br /&gt;perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka,&lt;br /&gt;melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda&lt;br /&gt;mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nania, bangun, Cinta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan&lt;br /&gt;kening istrinya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir&lt;br /&gt;untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,&lt;br /&gt;mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya&lt;br /&gt;dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak&lt;br /&gt;bosan-bosannya berbisik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nania, bangun, Cinta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan&lt;br /&gt;Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya&lt;br /&gt;di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber&lt;br /&gt;semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya.&lt;br /&gt;Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak&lt;br /&gt;bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak&lt;br /&gt;bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang&lt;br /&gt;cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat&lt;br /&gt;Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan&lt;br /&gt;mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata&lt;br /&gt;yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.&lt;br /&gt;Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun&lt;br /&gt;terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke&lt;br /&gt;sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu&lt;br /&gt;cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja&lt;br /&gt;datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh&lt;br /&gt;cinta.&lt;br /&gt;Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan&lt;br /&gt;wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania&lt;br /&gt;selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.&lt;br /&gt;Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu&lt;br /&gt;meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan&lt;br /&gt;paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.&lt;br /&gt;Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran,&lt;br /&gt;nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti&lt;br /&gt;juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu&lt;br /&gt;bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di&lt;br /&gt;sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang&lt;br /&gt;berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum&lt;br /&gt;hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di&lt;br /&gt;jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas&lt;br /&gt;hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua&lt;br /&gt;berbisik-bisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik banget suaminya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nania beruntung!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya&lt;br /&gt;memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi,&lt;br /&gt;merasa tak berani, merasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di&lt;br /&gt;luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu&lt;br /&gt;begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah&lt;br /&gt;mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak&lt;br /&gt;yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih&lt;br /&gt;dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski&lt;br /&gt;kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir&lt;br /&gt;dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa&lt;br /&gt;yang tak pernah berubah, untuk Nania.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6214076248742875928?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6214076248742875928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6214076248742875928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6214076248742875928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6214076248742875928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/cinta-laki-laki-biasa.html' title='Cinta Laki-laki Biasa'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4556026753835436525</id><published>2007-09-06T18:27:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:30:06.833+07:00</updated><title type='text'>Kopi Asin</title><content type='html'>Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis yang menakjubkan. Banyak pria berusaha mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang laki-laki biasa. Tak ada yang begitu menghiraukannya. Saat pesta telah usai, dia mengundang gadis itu untuk minum kopi bersamanya.&lt;br /&gt;Walaupun terkejut dengan undangan yang mendadak, si gadis tidak mau mengecewakannya.&lt;br /&gt;Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang nyaman. Si laki-laki begitu gugup untuk mengatakan sesuatu, sedangkan sang gadis merasa sangat tidak nyaman.&lt;br /&gt;"Ayolah, cepat. Aku ingin segera pulang", kata sang gadis dalam hatinya. Tiba-tiba si laki-laki berkata pada pelayan, "Tolong ambilkan saya garam. Saya ingin membubuhkan dalam kopi saya."&lt;br /&gt;Semua orang memandang dan melihat aneh padanya. Mukanya kontan menjadi merah, tapi ia tetap mengambil dan membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya. Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya, "Kebiasaanmu kok sangat aneh?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat aku masih kecil, aku tinggal di dekat laut. Aku sangat suka bermain-main di laut, di mana aku bisa merasakan laut... asin dan pahit. Sama seperti rasa kopi ini",jawab si laki-laki. "Sekarang, tiap kali aku minum kopi asin, aku jadi teringat akan masa kecilku, tanah kelahiranku. Aku sangat merindukan kampung halamanku, rindu kedua orangtuaku yang masih tinggal di sana", lanjutnya dengan mata berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis begitu terenyuh. Itu adalah hal sangat menyentuh hati. Perasaan yang begitu dalam dari seorang laki-laki yang mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya. Ia pasti seorang yang mencintai dan begitu peduli akan rumah dan&lt;br /&gt;keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggung jawab akan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Kemudian sang gadis memulai pembicaraan, mulai bercerita tentang tempat tinggalnya yang jauh, masa kecilnya, keluarganya...&lt;br /&gt;Pembicaraan yang sangat menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga merupakan awal yang indah dari kisah cinta mereka. Mereka terus menjalin hubungan. Sang gadis menyadari bahwa ia adalah laki-laki idaman baginya. Ia begitu toleran, baik hati, hangat, penuh perhatian... pokoknya ia adalah pria baik yang hampir saja diabaikan begitu saja. Untung saja ada kopi asin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita berlanjut seperti tiap kisah cinta yang indah: sang putri menikah dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia... Dan, tiap ia membuatkan suaminya secangkir kopi, ia membubuhkan sedikit garam didalamnya, karena ia tahu itulah kesukaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 40 tahun berlalu, si laki-laki meninggal dunia. Ia meninggalkan sepucuk surat bagi istrinya : "Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan kebohongan yang telah aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah satu-satunya kebohonganku padamu---tentang kopi asin. Kamu ingat kan saat kita pertama kali bertemu ? Aku sangat gugup waktu itu. Sebenarnya aku menginginkan sedikit gula. Tapi aku malah mengatakan garam. Waktu itu aku ingin membatalkannya, tapi aku tak sanggup, maka aku biarkan saja semuanya. Aku tak pernah mengira kalau hal itu malah menjadi awal pembicaraan kita. Aku telah mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali dalam hidupku, tapi aku begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah berjanji untuk tidak menyembunyikan apapun darimu...&lt;br /&gt;Sekarang aku sedang sekarat. Tidak ada lagi yang dapat aku khawatirkan, maka aku akan mengatakan ini padamu: Aku tidak menyukai kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalmu, aku selalu minum kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak pernah menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan untuk menjalani hidup sekali lagi, aku tetap akan berusaha mengenalmu dan menjadikanmu istriku walaupun aku harus minum kopi asin lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membaca, airmatanya membasahi surat itu. Suatu hari seseorang menanyainya, "Bagaimana rasa kopi asin?", ia menjawab, "Rasanya begitu manis ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4556026753835436525?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4556026753835436525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4556026753835436525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4556026753835436525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4556026753835436525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/kopi-asin.html' title='Kopi Asin'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-1686773602215934088</id><published>2007-09-06T18:26:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:27:02.235+07:00</updated><title type='text'>WAKTU YANG TERTUNDA</title><content type='html'>Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam  keluarga&lt;br /&gt;yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia&lt;br /&gt;selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain,&lt;br /&gt;mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah&lt;br /&gt;kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia&lt;br /&gt;selalu berkata,"Tidak apa-apa, besok kan bisa." Ketika agak besar,&lt;br /&gt;sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan&lt;br /&gt;sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu&lt;br /&gt;saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu&lt;br /&gt;hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu&lt;br /&gt;salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan&lt;br /&gt;berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan&lt;br /&gt;bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.&lt;br /&gt;Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak&lt;br /&gt;pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia merasa&lt;br /&gt;masih punya banyak teman baik yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang wanita yang&lt;br /&gt;sangat cantik dan baik. Wanita ini kemudian menjadi istrinya. Dia&lt;br /&gt;begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi&lt;br /&gt;paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dalam perjalanan&lt;br /&gt;karirnya, kadang-kadang dia rindu untuk bertemu teman-teman lamanya.&lt;br /&gt;Tapi dia  tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon.&lt;br /&gt;Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka".&lt;br /&gt;Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman &lt;br /&gt;sekerja yang selalu mau diajak keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-&lt;br /&gt;temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras&lt;br /&gt;agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli&lt;br /&gt;bunga   untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya&lt;br /&gt;dan juga hari pernikahan mereka.  Itu tidak masalah baginya, karena&lt;br /&gt;dia menganggap istrinya selalu  mengerti dia, dan tidak pernah&lt;br /&gt;menyalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya   kesempatan&lt;br /&gt;untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia  tidak&lt;br /&gt;pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan&lt;br /&gt;mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun&lt;br /&gt;anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-&lt;br /&gt;anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar&lt;br /&gt;menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam  &lt;br /&gt;kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia&lt;br /&gt;sedang ada rapat di kantor. Dia tidak sadar bahwa  itu kecelakaan&lt;br /&gt;yang fatal,  dia  baru datang  saat istrinya akan dijemput maut.&lt;br /&gt;Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya telah meninggal&lt;br /&gt;dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui&lt;br /&gt;anak-anaknya setelah kematian istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau    &lt;br /&gt;berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun &lt;br /&gt;keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua&lt;br /&gt;ini,  yang di masa  lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang  terbaik, yang &lt;br /&gt;menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang  yang  semula&lt;br /&gt;disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.&lt;br /&gt;Semula  uang itu akan dipakainya untuk  pergi ke Hawaii, New &lt;br /&gt;Zealand,  dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini&lt;br /&gt;dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut.&lt;br /&gt;Sejak itu sampai  dia  meninggal,  hanya  ada orang-orang tua dan&lt;br /&gt;suster yang merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak  pernah dia&lt;br /&gt;rasakan   sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang&lt;br /&gt;suster dan  berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari&lt;br /&gt;dulu...."  Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dan dia&lt;br /&gt;meninggal dunia  dengan airmata dipipinya ……………………………………………………..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-1686773602215934088?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/1686773602215934088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=1686773602215934088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1686773602215934088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1686773602215934088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/waktu-yang-tertunda.html' title='WAKTU YANG TERTUNDA'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6456939819661485527</id><published>2007-09-06T18:24:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:25:13.481+07:00</updated><title type='text'>Arti Pernikahan</title><content type='html'>Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitusukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan di kantor"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dewi. Ini adalah hiburan&lt;br /&gt;bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jikatahu bahwa aku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku serius."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian di mana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana&lt;br /&gt;romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan Dew menjadi samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu&lt;br /&gt;sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin&lt;br /&gt;kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampaikita tua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai.&lt;br /&gt;Aku serius".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tidak demam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita&lt;br /&gt;tua.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6456939819661485527?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6456939819661485527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6456939819661485527' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6456939819661485527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6456939819661485527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/arti-pernikahan.html' title='Arti Pernikahan'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4642580869975927437</id><published>2007-09-06T18:17:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:20:02.899+07:00</updated><title type='text'>Sufi kota Mesir</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;    Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, "Guru, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain." Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu ".: "Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil." Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak." Zun-Nun, sambil tetapi tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian.&lt;br /&gt;Namun tidak bagi "pedagang emas".Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa.Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4642580869975927437?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4642580869975927437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4642580869975927437' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4642580869975927437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4642580869975927437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sufi-kota-mesir.html' title='Sufi kota Mesir'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2379703033351283885</id><published>2007-09-06T18:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:12:54.232+07:00</updated><title type='text'>SEBUTIR PASIR</title><content type='html'>Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? "Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki," kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, "Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu." Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan amal baik kendati kecil juga. Dalam kisah disebutkan, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2379703033351283885?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2379703033351283885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2379703033351283885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2379703033351283885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2379703033351283885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/sebutir-pasir.html' title='SEBUTIR PASIR'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-1805950434953934833</id><published>2007-09-06T18:08:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:10:32.651+07:00</updated><title type='text'>Mengasah Kapak</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;Di suatu waktu adalah seorang pemotong kayu yang sangat kuat. Dia melamar sebuah pekerjaan ke seorang pedagang kayu dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat bagus.Karenanya, sang pemotong kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang majikan memberinya sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama&lt;br /&gt;Sang pemotong kayu berhasil merobohkan 18 batang pohon.&lt;br /&gt;Sang majikan sangat terkesan dan mengatakan, � Selamat &amp;amp; kerjakanlah seperti itu!�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua&lt;br /&gt;Ia sangat termotivasi oleh pujian majikannya dan bekerja lebih giat lagi.&lt;br /&gt;Sang pemotong kayu hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga&lt;br /&gt;Ia bekerja lebih keras lagi&lt;br /&gt;Tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya batang pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedkit.&lt;br /&gt;� Aku mungkin telah kehilangan kekuataku � pikir pemotong kayu.&lt;br /&gt;Dia menemui majikannya dan meminta maaf sambil mengatakan tidak mengerti&lt;br /&gt;� Kapan saat terakhir anda mengasah kapak ? � tanya sang majikan&lt;br /&gt;� Mengasah ? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk untuk mengapak pohon. � jawab pemotong kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali, kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. Pada istilah sekarang, setiap orang lebih sibuk dari sebelumnya tetapi lebih tidak berbahagia dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Mengapa ? Munginkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam ?&lt;br /&gt;Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi , menyediakan waktu untuk membaca, dsb.&lt;br /&gt;Kita semua membutuhkan waktu untuk relaks , untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan tumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi, mulailah dari sekarang untuk memikirkan cara bekerja yang lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.&lt;!--colorc--&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_16382--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-1805950434953934833?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/1805950434953934833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=1805950434953934833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1805950434953934833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1805950434953934833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/mengasah-kapak.html' title='Mengasah Kapak'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-5319898695265197902</id><published>2007-09-06T18:06:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:07:38.481+07:00</updated><title type='text'>IMPIAN SEORANG MAHASISWI</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang&lt;br /&gt;kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri&lt;br /&gt;dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.&lt;br /&gt;Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,&lt;br /&gt;memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh.&lt;br /&gt;Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,&lt;br /&gt;"Tentu saja boleh!".&lt;br /&gt;Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat.&lt;br /&gt;"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa&lt;br /&gt;seperti ini?" tanya saya berolok-olok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang&lt;br /&gt;kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah&lt;br /&gt;memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.&lt;br /&gt;"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya&lt;br /&gt;sedang mengambilnya!" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan&lt;br /&gt;berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan&lt;br /&gt;kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada&lt;br /&gt;henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan&lt;br /&gt;kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan&lt;br /&gt;dengan mudah dia berkawan dengan siapapun.Dia suka berdandan dan segera&lt;br /&gt;mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali&lt;br /&gt;menghidupkannya suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan&lt;br /&gt;malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang&lt;br /&gt;diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia&lt;br /&gt;mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu&lt;br /&gt;pidatonya terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Saat kami&lt;br /&gt;tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai, "Kita tidak pernah&lt;br /&gt;berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti&lt;br /&gt;bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan&lt;br /&gt;meraih sukses. Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari. Kamu&lt;br /&gt;harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada&lt;br /&gt;banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak&lt;br /&gt;mengetahuinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama&lt;br /&gt;satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi&lt;br /&gt;dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di&lt;br /&gt;tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan&lt;br /&gt;menjadi  delapan puluh delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti menjadi tua.&lt;br /&gt;Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. Jangan&lt;br /&gt;pernah menyesal.Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa&lt;br /&gt;yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami&lt;br /&gt;perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan&lt;br /&gt;penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose".&lt;br /&gt;Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya&lt;br /&gt;dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa&lt;br /&gt;tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai&lt;br /&gt;penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan&lt;br /&gt;teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-5319898695265197902?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/5319898695265197902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=5319898695265197902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5319898695265197902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/5319898695265197902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/impian-seorang-mahasiswi.html' title='IMPIAN SEORANG MAHASISWI'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9091219695807019567</id><published>2007-09-06T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T18:01:14.105+07:00</updated><title type='text'>Cerita tentang seorang ayah &amp; anak gadisnya</title><content type='html'>Kisah ini terjadi disuatu pagi yang cerah, yaa..&lt;br /&gt;mungkin tidak begitu cerah&lt;br /&gt;untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar&lt;br /&gt;putri nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar&lt;br /&gt;amplop bertuliskan untuk&lt;br /&gt;ayah diatas kasurnya.. perlahan dia mulai membuka&lt;br /&gt;surat&lt;br /&gt;itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tercinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat&lt;br /&gt;menyesal. Saat ayah&lt;br /&gt;membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;Aku pergi bersama&lt;br /&gt;kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia..&lt;br /&gt;ayah juga pasti akan&lt;br /&gt;setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat&lt;br /&gt;ditubuhnya, juga dengan&lt;br /&gt;motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah&lt;br /&gt;cukup dewasa meskipun&lt;br /&gt;belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun&lt;br /&gt;tidaklah terlalu tua).&lt;br /&gt;Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari&lt;br /&gt;anak di kandunganku saat&lt;br /&gt;ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan&lt;br /&gt;kita akan&lt;br /&gt;membesarkannya bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis&lt;br /&gt;perdagangan extacy yang&lt;br /&gt;sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa&lt;br /&gt;marijuana itu tidak begitu&lt;br /&gt;buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut&lt;br /&gt;memisahkan kami. Para ahli&lt;br /&gt;pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi&lt;br /&gt;dia bisa segera sembuh.&lt;br /&gt;Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya&lt;br /&gt;dia&lt;br /&gt;akan setia padaku dengan&lt;br /&gt;cara yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15&lt;br /&gt;tahun sekarang, aku bisa&lt;br /&gt;menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh&lt;br /&gt;iya, berikan bonekaku&lt;br /&gt;untuk adik, dia sangat menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran,&lt;br /&gt;sang ayah membaca&lt;br /&gt;lembar kedua surat dari putri tercintanya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis&lt;br /&gt;diatas itu benar, aku&lt;br /&gt;hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih&lt;br /&gt;mengerikan daripada nilai&lt;br /&gt;Rapotku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani&lt;br /&gt;rapotku diatas meja,&lt;br /&gt;panggil aku ya...Aku tidak kemana2 saat ini aku ada di&lt;br /&gt;tetangga sebelah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9091219695807019567?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9091219695807019567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9091219695807019567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9091219695807019567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9091219695807019567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/cerita-tentang-seorang-ayah-anak.html' title='Cerita tentang seorang ayah &amp; anak gadisnya'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3537781614881135636</id><published>2007-09-06T17:36:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T17:58:19.725+07:00</updated><title type='text'>Tangis untuk adikku</title><content type='html'>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat&lt;br /&gt;terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah&lt;br /&gt;kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit.&lt;br /&gt;Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.&lt;br /&gt;Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana&lt;br /&gt;semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku&lt;br /&gt;mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera&lt;br /&gt;menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di&lt;br /&gt;depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.&lt;br /&gt;"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku&lt;br /&gt;terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak&lt;br /&gt;mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"&lt;br /&gt;Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba,&lt;br /&gt;adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang&lt;br /&gt;melakukannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku&lt;br /&gt;bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus&lt;br /&gt;menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas.&lt;br /&gt;Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami&lt;br /&gt;dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah&lt;br /&gt;sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di&lt;br /&gt;masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu&lt;br /&gt;pencuri tidak tahu malu!"&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami.&lt;br /&gt;Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air&lt;br /&gt;mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba&lt;br /&gt;mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku&lt;br /&gt;dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis&lt;br /&gt;lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki&lt;br /&gt;cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah&lt;br /&gt;lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru&lt;br /&gt;kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika&lt;br /&gt;ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku&lt;br /&gt;berusia 11.&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia&lt;br /&gt;lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat&lt;br /&gt;yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas&lt;br /&gt;provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap&lt;br /&gt;rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya&lt;br /&gt;memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu&lt;br /&gt;baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air matanya yang&lt;br /&gt;mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana&lt;br /&gt;mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan&lt;br /&gt;berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,&lt;br /&gt;telah cukup membaca banyak buku."&lt;br /&gt;Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada&lt;br /&gt;wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat&lt;br /&gt;lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di&lt;br /&gt;jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai&lt;br /&gt;selesai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu&lt;br /&gt;untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut&lt;br /&gt;yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,&lt;br /&gt;"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau&lt;br /&gt;tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan&lt;br /&gt;ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi&lt;br /&gt;meneruskan ke universitas.&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,&lt;br /&gt;adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian&lt;br /&gt;lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia&lt;br /&gt;menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik&lt;br /&gt;kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas&lt;br /&gt;tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan&lt;br /&gt;mengirimu uang."&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan&lt;br /&gt;menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.&lt;br /&gt;Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan&lt;br /&gt;uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada&lt;br /&gt;punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke&lt;br /&gt;tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku,&lt;br /&gt;ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada&lt;br /&gt;seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan&lt;br /&gt;keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya&lt;br /&gt;kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,&lt;br /&gt;"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu&lt;br /&gt;adalah adikku?"&lt;br /&gt;Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku.&lt;br /&gt;Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah&lt;br /&gt;adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku&lt;br /&gt;menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat&lt;br /&gt;dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun!&lt;br /&gt;Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku&lt;br /&gt;bagaimana pun penampilanmu..."&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut&lt;br /&gt;berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus&lt;br /&gt;menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.&lt;br /&gt;Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik&lt;br /&gt;adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun&lt;br /&gt;itu, ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela&lt;br /&gt;yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di&lt;br /&gt;mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti&lt;br /&gt;gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu&lt;br /&gt;menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah&lt;br /&gt;kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah&lt;br /&gt;adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.&lt;br /&gt;Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka&lt;br /&gt;ketika memasang kaca jendela baru itu."&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya&lt;br /&gt;yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku&lt;br /&gt;mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut&lt;br /&gt;lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.&lt;br /&gt;"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di&lt;br /&gt;lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap&lt;br /&gt;waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan."&lt;br /&gt;Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku&lt;br /&gt;memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke&lt;br /&gt;wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali&lt;br /&gt;suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan&lt;br /&gt;tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.&lt;br /&gt;Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak&lt;br /&gt;akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga,&lt;br /&gt;mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga&lt;br /&gt;ibu dan ayah di sini."&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan&lt;br /&gt;adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada&lt;br /&gt;departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran&lt;br /&gt;tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja&lt;br /&gt;reparasi.&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki&lt;br /&gt;sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan&lt;br /&gt;masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.&lt;br /&gt;Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa&lt;br /&gt;kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah&lt;br /&gt;harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat&lt;br /&gt;kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak&lt;br /&gt;mau mendengar kami sebelumnya?"&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela&lt;br /&gt;keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja jadi&lt;br /&gt;direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya&lt;br /&gt;menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan&lt;br /&gt;dikirimkan?"&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar&lt;br /&gt;kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang&lt;br /&gt;pendidikan juga karena aku!"&lt;br /&gt;"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam&lt;br /&gt;tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang&lt;br /&gt;gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya,&lt;br /&gt;pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang&lt;br /&gt;paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia&lt;br /&gt;menjawab, "Kakakku."&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah&lt;br /&gt;yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi&lt;br /&gt;sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari&lt;br /&gt;kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke&lt;br /&gt;sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan&lt;br /&gt;satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari&lt;br /&gt;kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan&lt;br /&gt;sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu&lt;br /&gt;gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak&lt;br /&gt;dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah,&lt;br /&gt;selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan&lt;br /&gt;baik kepadanya."&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu&lt;br /&gt;memalingkan perhatiannya kepadaku.&lt;br /&gt;Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam&lt;br /&gt;hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah&lt;br /&gt;adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini,&lt;br /&gt;di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun&lt;br /&gt;dari wajahku seperti sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari "I cried for my brother six times)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3537781614881135636?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3537781614881135636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3537781614881135636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3537781614881135636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3537781614881135636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/09/tangis-untuk-adikku.html' title='Tangis untuk adikku'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3396197067211247911</id><published>2007-08-31T18:19:00.001+07:00</published><updated>2007-08-31T18:19:48.771+07:00</updated><title type='text'>Can-Do-It Attitude</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini, itu kalau anda mau percaya. Pasalnya begitu banyak orang sudah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar nama *Tony Christiansen* ? Tony adl contoh sempurna bgm seseorang bisa mengejar impiannya. Lelaki asal Islandia Baru ini kehilangan kedua kakinya pada usia 9 thn. Untuk ukuran orang biasa, pilihan hidupnya mgkn menjadi bgt terbatas. Tapi dia berhasil mementahkan semuanya dan menjadi seorang surflifeguard, juara renang, juara balap motor, pilot bersetifikasi, atlet Tae-Kwon-Do bahkan mendaki gunung Kilimanjaro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan diri , anda tak perlu mendaki Kilimajaro (kecuali Anda memang memimpikannya) tapi apa yg dilakukan Tony menjadi contoh nyata bahwa *Can-Do Attitude* bukanlah isapan jempol belaka. Sikap ini kini menjadi tuntutan di segala bidang. Apalagi di zaman serba susah skrg ini. Dalam dunia bisnis di Indonesia misalnya, prinsip *Can-Do Attitude* sering diterjemahkan menjadi *alamogada *alias *apa lo mau gue ada.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia kerja, *can-do attitude* kini menjasi tolak ukur baru dalam menjaring karyawan. Mereka yg memiliki sikap ini dinilai lebih ketimbang mereka yg hanya bermodalkan *skill*. Bahkan sebuah survey yg dilakukan pada para manajer perusahaan, menunjukkan bahwa orang yg paling diinginkan dalam sebuah tim, pilihannya bukan si cerdas atau si hebat. Tapi orang –orang dg tipe kepribadian *can-do attitude*. Orang seperti ini dipercaya bisa membuat perbedaan dan membangun suasana karena menyebarkan energi positif pada lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara detil, situs Hyperstress.com memberikan 12 ciri yg biasa dijumpai pada mereka yg memiliki sikap *can-do attitude*, yaitu :&lt;br /&gt;1. Berfikir 'now' ketimbang 'if'. Bila dihadapkan dalam suatu masalah, mereka akan berusaha mencari pemecahannya. Bukan sibuk dg pikiran-pikiran spt : "what if…"&lt;br /&gt;2. Befikirlah 'when' ketimbang 'maybe' alih-alih berkata 'mungkin saya akan melakukannya nanti…' mereka akan berkata 'saya akan mulai mencobanya minggu depan…'.&lt;br /&gt;3. Memikirkan segala kemungkinan dan mencoba mewujudkannya.&lt;br /&gt;4. Tidak sekedar berfikir 'bisa', tapi bisa melakukannya dg baik dan tepat.&lt;br /&gt;5. Mengetahui dahwa utk mencapai impian perlu usaha lebih pintar, bukan lebih keras.&lt;br /&gt;6. Percaya pada diri sendiri, percaya pada orang lain dan percaya pada masa depan.&lt;br /&gt;7. Tahu kapan bekerja, kapan istirahat, kapan harus melakukan sesuatu sendiri, kapan harus meminta pertolongan orang lain.&lt;br /&gt;8. Melihat perubahan sebagai tantangan dan peluang.&lt;br /&gt;9. Peduli pada diri sendiri, orang lain dan ligkungannya.&lt;br /&gt;10. Berdiri tegak karena perjuangannya, bukan hasil menginjak oranglain.&lt;br /&gt;11. Menyadari bahwa keberhasilan adalah kemenangan mengatasi kelemahan dan mau menbantu orang lain menggali potensi diri.&lt;br /&gt;12. Hanya punya satu cara utk menajalani hidup: Dengan semangat, percaya diri, keyakinan dan intregritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*4 Langkah Membangun Can-Do Attitude :*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- I Believe I Can Fly&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Percayalah selalu bahwa anda sanggup melakukan apa saja (bila mau atau terpaksa). Jadi ketika hati anda mulai tergoda untuk mengatakan tdk bisa atau ajakan untuk menyerah, kunyah sampai lumat pikiran itu atau telan bulat-bulat. Bila dituruti itu hanya akan membuat rasa percaya diri berkurang dan menjatuhkan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Maju Tak Gentar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan buru –buru kabur bila menghadapi sebuah permasalahan, rangsang pikiran untuk selalu mencari solusi. Anda mesti percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Percayalah bahwa anda bukanlah satu-satunya org di dunia yg pernah mengalami satu masalah sulit. Coba saja ketik kata kunci persoalan anda di search engine. Bohong banget kalau itu tidak membawa anda pada sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Open Arms&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salahnya bersikap terbuka, sikap defensive hanya merugikan dan akan menghambat kemajuan dan peluang untuk sukses. Semakin anda terbuka terhadap segala masukan dan kemungkinan, peluang menyelesaikan permasalahn akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- I Did it My Way&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan masukan bukan berarti menelannya mentah-mentah. Sebagai pribadi yg kritis, anda perlu meyaringnya dg baik dan menyesuaikan dg kebutuhan pribadi, prinsipnya apa yg baik untuk org lain, belum tentu baik buat kita. Demikian pula sebaliknya.&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3396197067211247911?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3396197067211247911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3396197067211247911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3396197067211247911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3396197067211247911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/can-do-it-attitude.html' title='Can-Do-It Attitude'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-1251708678415920621</id><published>2007-08-31T18:17:00.001+07:00</published><updated>2007-08-31T18:17:54.454+07:00</updated><title type='text'>"Berpikir positif akan menyelamatkan Anda."</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Di sebuah kepulauan tropis yang hangat hiduplah seorang Raja yang dibantu seorang Perdana Menteri yang sangat optimis. Perdana Menteri ini juga sangat positif sehingga seringkali sang Raja merasa jengkel karena selalu saja ia mampu menemukan sisi positif dari setiap keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Raja dan Perdana Menteri sedang melakukan perjalanan melintasi hutan lebat. Di tengah perjalanan sang Raja beristirahat sambil membelah buah kelapa sebagai pelepas dahaga. Ketika sedang enak-enaknya makan buah kelapa tanpa sengaja sang Raja menggigit batok kepala yang keras itu sehingga giginya terlepas. Ia menjerit kesakitan lalu menyampaikan kesialannya pada Perdana Menteri. Mendengar keluhan sang Raja, Perdana Menteri ini malah tersenyum sambil berteriak, "Wow ,itu bagus...!" Ha! Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya sang Raja keheranan. "Ya, karena itu adalah pertanda keberuntungan untuk Baginda." Mendengar jawaban ini sang Raja menjadi sangat marah. Bagaimana mungkin seorang Perdana Menteri malah menganggap lucu penderitaan seorang rajanya? "Baginda, mohon dengarkan saya," desak Perdana Menteri, "di balik setiap kejadian yang tidak mengenakkan selalu terdapat sisi baik yang tidak kita lihat." "Cukup! Ini sudah keterlaluan!" Kini sang Raja menjadi murka. Ia lalu menangkap dan mengikat Perdana Menteri. Kemudian dimasukkan ke dalam sumur kering. Sang Raja akan menjemputnya nanti sepulang dari perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup jauh sang Raja dihadang oleh sekelompok suku liar yang sedang mencari orang untuk dikurbankan pada dewa Gunung Api. Begitu suku liar ini mengetahui bahwa yang ditangkap adalah seorang Raja, mereka sangat senang dan membawanya ke Kepala Suku pemimpin upacara. Lalu, suku liar ini mempersiapkan sesajian dan merias Raja ini dengan pakaian kurban yang indah. Ketika hendak dikurbankan dan algojo siap memenggal leher sang Raja, sang Kepala Suku berteriak menghentikan semuanya. Ia melihat ternyata ada satu gigi sang Raja yang telah tanggal. "Kami tidak bisa menggunakan engkau sebagai kurban, karena Dewa Gunung Api hanya berkenan menerima kurban yang tubuhnya lengkap. Kamu boleh pergi sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja merasa sangat bersyukur. Ia pun lari cepat-cepat meninggalkan suku liar itu. Tiba-tiba ia teringat apa yang dikatakan oleh Perdana Menterinya, bahwa memang benar-benar ada sisi keberuntungan dari sesuatu yang dianggapnya sebagai kesialan. Bergegas sang Raja pulang. Di perjalanan pulang ia menjenguk Perdana Menterinya yang masih tertinggal dalam sumur kering. Ketika melongok ke dalam sumur, sang Raja melihat Perdana Menterinya masih terikat rapat dan yang berpikiran positif..!" Sang Raja menolong Perdana Menteri itu keluar dari sumur dan meminta maaf dari segala apa yang dilakukan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku minta maaf telah melemparmu ke dalam sana!" kata sang Raja sambil memegang bahu Perdana Menterinya. Kemudian sang Raja menceritakan apa yang dialaminya. "Aku ditangkap oleh suku liar disana yang bermaksud mengurbankanku pada Dewa Gunung Api. Tapi mereka melihat ada sebuah gigiku yang lepas lalu mereka melepasku. Bukankah ini suatu keajaiban! Sewaktu kau mengatakan hal itu, aku sangat tidak percaya. Malah membuangmu ke dalam sumur itu! Maukah kau memaafkanku?" "Ah, Baginda tak perlu meminta maaf," jawab Perdana Menteri itu sambil tersenyum. "Bukankah itu juga adalah sebuah keberuntungan dan berkah bagi hamba karena Baginda telah melempar hamba ke dalam sumur" "Ha..? Sekarang berkah apa yang bisa kau tarik dari kejadianmu itu?" sahut sang Raja terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda," jawab Perdana Menteri. "Seandainya saja hamba tadi pergi bersama Baginda, maka suku liar itu akan menggunakan hamba sebagai kurban untk Dewa Gunung Api..!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-1251708678415920621?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/1251708678415920621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=1251708678415920621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1251708678415920621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/1251708678415920621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/berpikir-positif-akan-menyelamatkan.html' title='&quot;Berpikir positif akan menyelamatkan Anda.&quot;'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-7248147140949707312</id><published>2007-08-31T18:09:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T18:12:02.906+07:00</updated><title type='text'>KISS me</title><content type='html'>Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 1&lt;br /&gt;Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 2&lt;br /&gt;Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 3&lt;br /&gt;Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari keluhan pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;!--sizeo:7--&gt;&lt;span style="font-size: 36pt; line-height: 100%;"&gt;&lt;!--/sizeo--&gt; &lt;b&gt;KISS&lt;br /&gt;(Keep It Simple Solution)&lt;/b&gt;&lt;!--sizec--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/sizec--&gt;&lt;/div&gt;,&lt;br /&gt;yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-7248147140949707312?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/7248147140949707312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=7248147140949707312' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7248147140949707312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7248147140949707312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/kiss-me.html' title='KISS me'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-7004349525329839601</id><published>2007-08-31T18:07:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T18:08:23.662+07:00</updated><title type='text'>Uang</title><content type='html'>Deni sedang kesulitan keuangan, begitu kata teman-temannya. Kok tahu?Karena setiap kali kekurangan uang, Deni selalu sibuk meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak karena setiap bulan dia meminjam uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, setelah gajian pasti dibayar, tapi beberapa hari kemudian pinjam lagi. Lama-kelamaan teman-temannya merasa keberatan. Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa yang dapat meminjamkan uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Deni mendapatkan juga uang yang dibutuhkannya dari pinjaman seorang office boy. Sebenarnya Deni malu. Uangnya sudah habis padahal baru tanggal 16. Dia sudah tidak punya uang lagi untuk naik kereta ke kantor dan untuk biaya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang berkeluh kesah dan bingung, tiba-tiba office boy menawarkan uangnya. Dia tidak sampai hati melihat Deni kesulitan.Deni tadinya menolak karena malu. Masak staf meminjam uang dari office boy? Tapi orang tersebut benar-benar rela ingin membantunya,sehingga akhirnya Deni menerima bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati kecilnya Deni merasa sangat malu. Malu sekali!. Tapi Deni terpaksa menerimanya, dia benar-benar tidak punya uang. Keesokan harinya dia ingin mencari office boy tersebut dan mengajaknya berbincang-bincang. Deni penasaran. Mengapa office boy tersebut bisa punya uang lebih dan bahkan bisa meminjamkan uangnya kepada Deni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah gaji Deni lebih besar? Mereka sama-sama masih bujangan, belum menikah. Tapi, mengapa office boy tersebut bisa menyimpan uang sedangkan Deni selalu kehabisan uang? Kok bisa? Apa kuncinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya Deni baru mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dan bertukar pikiran. Office boy itu memang sangat istimewa. Dia paling rajin bekerja. Paling tuntas mengerjakan semua tugasnya. Tidak pernah terlambat masuk kerja. Padahal kalau dilihat penampilannya sepertinya biasa saja. Orangnya sederhana, agak kurus dan sopan, tapi tidak terkesan menjilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan siang bersama di warung sebelah, Deni mulai menggali kunci sukses menyimpan uang yang dilakukan office boy tersebut. "Bagaimana caranya sih, kok bisa mempunyai uang lebih? Gaji saya selalu habis setelah tengah bulan." Deni membuka percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Office boy tersebut mulai bercerita. "Saya dulu juga begitu, mas. Gaji saya selalu habis sebelum akhir bulan. Akhirnya saya terpaksa meminjam dari teman. Tapi setelah meminjam, rasanya gaji saya semakin tidak cukup. Karena setiap kali gajian, saya harus mengembalikan uang yang saya pinjam di bulan sebelumnya. Jadi uang gaji saya berkurang. Akibatnya saya semakin kekurangan mas. Gaji utuh saja tidak cukup, apalagi setelah dipotong untuk membayar utang. Ya, semakin berkurang lah mas. Semakin lama, utang saya semakin banyak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga, pikir Deni. Pikiran yang sederhana tapi mengandung kebenaran karena seperti itulah yang dialaminya. "Jadi bagaimana caranya melepaskan diri dari lilitan utang?" tanya Deni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu saya diajari oleh nenek saya. Saya pernah pulang kampung tanpa membawa uang banyak. Waktu itu nenek saya bertanya kemana gaji saya. Saya bilang sudah habis. Langsung saya dipanggil dan diberi wejangan oleh beliau." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek saya berkata: "Uang itu seperti air. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kalau tidak dibendung, maka air akan mengalir terus. Seperti sungai. Harus dibendung. Setelah dibendung, maka uang akan berhenti mengalir dan akan mulai bertambah banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup prihatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya bertanya: "Bagaimana cara membendungnya? " Nenek saya menjawab tegas:"Prihatin. Bulan depan jangan utang lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi nanti kurang nek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak", kata nenek. "Begini caranya. Begitu terima gaji, segera lunasi utangmu. Sisanya harus dicukupkan untuk sebulan. Jangan utang. Kamu jangan makan di luar atau jajan. Kalau perlu makan nasi putih dan garam, kecap atau kerupuk saja. Pasti cukup." Lalu saya diajak menghitung berapa uang yang harus saya sisihkan untuk ongkos,untuk beli beras, garam, kecap dan kerupuk, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek benar-benar meminta saya hidup secara prihatin. Saya tidak boleh naik ojek lagi. Dari rumah saya harus berjalan kaki ke jalan raya tempat saya naik angkutan umum. Pulangnya juga tidak naik ojek karena ojek cukup mahal. Uang saya memang pas-pasan untuk hidup ngirit seperti itu. Tapi memang cukup sih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan depannya, saya disarankan untuk melanjutkan hidup seperti itu. Bulan depannya, uang gaji saya sudah mulai ada yang bisa saya sisihkan untuk ditabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ketiga saya mulai makan lebih banyak demi menjaga kondisi tubuh saya, bukan lagi dengan garam dan kecap. Tapi dua bulan hidup sederhana telah membuat saya tidak ingin beli apa-apa lagi. Makanan saya cukup sederhana saja. Saya tidak lagi suka jajan. Saya tidak pernah naik ojek lagi. Dari situlah saya mulai bisa menabung mas. Sampai sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deni bertanya:"Boleh tahu berapa tabungan kamu? Tapi kalau kamu keberatan menjawab, tidak apa-apa. Tak usah dijawab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa mas. Tabungan saya hampir enam juta rupiah. Saya inginmenabung untuk biaya pernikahan saya tahun depan Mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deni hanya bisa terharu. Yang penting niat. Kalau mau ngirit, pasti bisa. Mengapa uangnya habis terus? Karena pengeluaran Deni cukup besar. Padahal sebenarnya bisa dikurangi. Tapi Deni cenderung memanjakan dirinya. Dia selalu memilih naik ojek. Makan siang selalu di luar, tidak pernah mau membawa nasi atau makanan dari rumah. Pengeluarannya jauh melebihi gaji yang diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa haru campur malu membuat Deni bertekad mengubah cara hidupnya. Dia juga ingin membendung uang yang dimilikinya. Dia takkan membiarkan uangnya mengalir terus. Harus segera dibendung. Mulai kapan? Hari ini! Change! Start today! Start now!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-7004349525329839601?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/7004349525329839601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=7004349525329839601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7004349525329839601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7004349525329839601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/uang.html' title='Uang'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-463198539766502542</id><published>2007-08-31T18:04:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T18:05:46.914+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. tetapi kemudian semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb.) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita bisa keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebaskan dirimu dari kebencian, bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan, hiduplah sederhana, berilah lebih banyak, tersenyumlah, miliki teman yang dapat membuatmu tersenyum&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_771198--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-463198539766502542?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/463198539766502542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=463198539766502542' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/463198539766502542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/463198539766502542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-6750067191905718590</id><published>2007-08-31T18:03:00.001+07:00</published><updated>2007-08-31T18:03:33.074+07:00</updated><title type='text'>Mengeluh</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. "Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!" "Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue" "Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try it now:&lt;br /&gt;1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.&lt;br /&gt;2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.&lt;br /&gt;3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_855888--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-6750067191905718590?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/6750067191905718590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=6750067191905718590' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6750067191905718590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/6750067191905718590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/mengeluh.html' title='Mengeluh'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-124734299414446907</id><published>2007-08-31T18:02:00.001+07:00</published><updated>2007-08-31T18:02:48.134+07:00</updated><title type='text'>JIKA</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Jika kamu memancing ikan. Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja. Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menadah air biarlah mengalir, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh. cukuplah sekadar keperluanmu. Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula. Akhirnya ia dibuang. Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Apabila sekali ia melakukan kesalahan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-124734299414446907?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/124734299414446907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=124734299414446907' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/124734299414446907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/124734299414446907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/jika.html' title='JIKA'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-7508302819640908795</id><published>2007-08-31T18:01:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T18:02:01.535+07:00</updated><title type='text'>Jalur Kereta</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain. Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman? Di samping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat. Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Di samping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar. "Ingatlah bahwa sesuatu yang benar tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu benar".&lt;!--colorc--&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_844997--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-7508302819640908795?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/7508302819640908795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=7508302819640908795' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7508302819640908795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7508302819640908795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/jalur-kereta.html' title='Jalur Kereta'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-2919306053972833873</id><published>2007-08-31T17:59:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T18:00:22.071+07:00</updated><title type='text'>Cerita dimulai...</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya,tentang cinta.&lt;br /&gt;Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?&lt;br /&gt;Raka : Kamu dong?&lt;br /&gt;Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?&lt;br /&gt;Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam&lt;br /&gt;kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!" Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!" Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. " Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.&lt;br /&gt;Raka : Apa kabar?&lt;br /&gt;Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukanrusukmu yang hilang?&lt;br /&gt;Raka : Belum.&lt;br /&gt;Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.&lt;br /&gt;Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu...." Good bye...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Moral dari cerita ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangi minum kopi entar dadanya sakit....... ..... ... hehehehe&lt;br /&gt;Sok larut dech !!!!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-2919306053972833873?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/2919306053972833873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=2919306053972833873' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2919306053972833873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/2919306053972833873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/cerita-dimulai.html' title='Cerita dimulai...'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-4790190237503550335</id><published>2007-08-31T17:58:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T17:59:05.679+07:00</updated><title type='text'>Cepat Sabar</title><content type='html'>Dalam sebuah kisah Tiongkok dikisahkan, ada seorang pemuda yang hendak belajar kungfu. Datanglah dia pada sebuah perguruan kungfu. Dia menghadap gurunya dan berkata, "Guru, ajarilah saya kungfu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru menerima dia menjadi murid, namun keesokan harinya sang guru menugaskan dia menjadi seorang juru masak perguruan. Sambil menyerahkan sebuah cerobong kecil yang terbuat dari besi kasar beliau berkata, "Tugasmu menjadi juru masak dan setiap engkau meniup api dengan cerobong besi ini, tekan dan remas dengan kuat cerobong ini. Aku akan mengajarkan kungfu jika cerobong ini sudah halus dan bayanganku terlihat jelas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun berlalu. Sang murid mulai tak sabar terus-terusan menjadi juru masak. Setiap tahun dia menanyakan kapan dia belajar kungfu, namun sang guru tetap mengatakan sampai cerobong besi itu halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya dia menunjukkan cerobong besi yang sudah halus itu pada gurunya. Sang guru tersenyum dan berkata, "Sekaranglah saatnya. Aku akan mengajarkan kepadamu ilmu yang penting, tetapi carikan dulu aku bambu yang paling keras di hutan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah sang murid ke hutan. Ia meremas setiap bambu yang ditemuinya di hutan itu. Herannya tak satu pun dari bambu-bambu itu yang didapatkannya cukup keras. Sampai sore hari pun dia tak menemukan bambu yang keras di hutan itu. Akhirnya sang murid itu pulang dengan tangan hampa. Dengan kelelahan dia berkata pada gurunya, "Guru, maafkan saya. Saya sudah mencari kemana-mana, tetapi ternyata tidak ada bambu yang keras di hutan. Besok saya akan pergi ke hutan lain untuk mencarinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum sambil berkata, "Muridku, saat ini engkau telah menguasai dua hal. Yang pertama kesabaran dan yang kedua adalah jurus tangan peremuk tulang. Siapa pun lawanmu, engkau bisa meremukkan tulangnya dalam sekejap. Jadi, saat ini engkau sudah menjadi salah satu pesilat tangguh dan sukar dikalahkan. Namun, bukan cuma itu. Engkau juga telah melatih kesabaranmu yang akan membantumu untuk bisa mempelajari ribuan jurus-jurus lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dari kisah di atas, apakah benar dengan kesabaran kita bisa mencapai tujuan kita? Mari kita samakan persepsi kata sabar terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran dalam terminologi masyarakat kita banyak disalahartikan. Masyarakat kita banyak mengartikan sabar sebagai diam, tidak membalas, menerima ataupun pasrah. Pengertian ini sangat berlainan dengan arti dalam bahasa Arab. Sabar dalam bahasa Arab diartikan tetap berusaha, tetap berjuang dan tetap berharap. Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan gigih (persistensi) . Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan. Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan. Dan persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang. Itulah makna sesungguhnya dari kata "sabar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berterima kasih kepada kawan yang mengirimkan cerita di atas dengan cara menuliskan artikel ini untuk dinikmati banyak orang. Sebab cerita sederhana di atas memang mengandung sejumlah pelajaran yang menarik bagi siapa saja yang bersedia belajar. Di tengah masyarakat yang sedang dihalau oleh ajaran-ajaran cepat lulus, cepat kerja, cepat naik jabatan, cepat untung, cepat kaya, cepat langsing, dan serba cepat lainnya, kata "sabar" seolah-olah menjadi kadaluarsa. Orang yang terkesan sabar menjadi aneh dan kurang gaul alias ketinggalan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kita hidup pada jaman yang bergegas. Informasi, data, dan berita disebar dengan kecepatan yang tak terbayangkan oleh orangtua kita dulu. Pesan pendek alias SMS bertaburan di angkasa untuk kemudian menyusup ke dalam puluhan juta telepon seluler dalam hitungan detik (di Indonesia jumlah ponsel yang aktif tak kurang dari 60-an juta, dan tiap hari lebih dari 80 juta pesan pendek hilir mudik menembus batas-batas geografis yang dulu menjadi kendala). Belum lagi sebaran informasi, data, dan berita yang dikirim lewat jaringan surat-surat elektronik. Semua perangkat teknologi komunikasi dan informasi itu mendukung laju pertumbuhan budaya instan, serba cepat dan bergegas. Sehingga orang-orang yang masih bersedia untuk "sabar" nampak seperti kawan-kawan dinosaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dalam satu soal yang amat penting kita ternyata tetap harus bersabar. Dalam soal yang vital ini teknologi tak mampu berbuat banyak. Dan "soal" yang yang penting tersebut adalah soal membentuk watak alias karakter manusia. Berada di wilayah kebudayaan, watak dan karakter—entah itu yang personal maupun komunal—acapkali kita temukan bersitegang dengan teknologi. Sebagaimana setiap kemajuan tarik menarik dengan apa yang disebut tradisi, demikianlah teknologi yang tak sabaran itu bertikai dengan proses pembangunan karakter yang mempersyaratkan kesabaran sebagai salah satu komponen wajibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk watak tak bisa secara instan. Membangun karakter tak mungkin dilakukan dalam sekejap mata. Sebab karakter itu merupakan kumpulan dari habitus, semacam insting perilaku yang sudah mendarah daging dan karenanya kenyal tak gampang patah. Apa yang perlahan dibentuk oleh guru kungfu dalam diri pemuda yang mau belajar kepadanya adalah mendahulukan yang utama (first thing first). Yang utama itu adalah watak, karakter, yaitu menjadi orang yang tekun bekerja, gigih berjuang, sabar menanti saatnya. Di atas watak yang demikian ini bisa dibangun kompetensi, keahlian, keterampilan sebagai pendekar peremuk tulang. Keduanya, baik watak maupun kompetensi yang menyertainya, berjalan selaras. Ketekunan bekerja dan kesabaran berproses menjadi jalan menuju lahirnya kompetensi sebagai pendekar peremuk tulang. Sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya menemukan nasihat kawan saya itu. Ia mungkin mengirimkan cerita tersebut agar saya mau belajar untuk menjadi orang yang "cepat sabar", dan bukan orang yang cepat marah. Apakah benar demikian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-4790190237503550335?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/4790190237503550335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=4790190237503550335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4790190237503550335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/4790190237503550335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/cepat-sabar.html' title='Cepat Sabar'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-9144535648631308991</id><published>2007-08-31T17:52:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T17:57:04.739+07:00</updated><title type='text'>BOLA PING PONG &amp; TAHU PONG</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Apa bedanya bola ping pong dan tahu pong? Tentu jawabnya tahu pong bisa dimakan, sedangkan menelan bola ping pong bisa bikin terdesak. Yang Mang mau soroti adalah perbedaan ketika tahu pong dilempar ke lantai segera berubah menjadi tahu gejrot, hancur berantakan, sedangkan bola ping pong memantul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuat bola ping pong dilempar kelantai, semakin tinggi daya pantulan baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, kita kadang bertemu dengan orang bermental tahu pong, ketika ditimpa kesulitan dan kegagalan hidup, ia hancir berantakan dan tidak sanggup balik kembali. Ia berubah jadi tahu gejrot yang tenggelam dalam kekecewaan hidup dan meratapi nasib sial hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kita kagum dan heran ada segelintir orang hidup bagaikan bola ping pong yang justru ketika dihempas oleh tekanan dan kegagalan hidup, mereka justru mampu berbalik kembali. Bola ping pong memiliki kemampuan bounce back. Inilah yang kita sebut dengan semangat tahan banting. Semangat tahan banting adalah kemampuan untuk pulih kembali dari kegagalan, kekecewaan dan tantangan kehidupan; kemampuan untuk menang atas tekanan dan stres; kemampuan untuk merubah hal yang tidak baik menjadi positif dan berharga dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua keliru dalam mendidik anak yakni dengan segala usaha melindungi anak dari infiltrasi racun budaya dan hanya memberikan dunia yang aman. Dibalik sikap ini tersembunyi sikap yang terus menerus mempersalahkan dunia sekitar. Ini tidak menolong. Sebab semua studi ilmiah menyatakan bahwa anak-anak menghadapi tantangan didalam hidup mereka. Dengan hanya memberikan suatu safe environment, orang tua telah merebut hak anak untuk memiliki semangat tahan banting yang ditimbulkan dari hasil pengalaman mereka menghadapi tantangan dan perlawananan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bermental tahu pong adalah orang yang selalu menyalahkan dunia sekitarnya, ketika ia menghadapi tantangan dan kegagalan hidup. Orang yang akhirnya menjadi tahu gejrot adalah orang yang selalu berpikir ia harus mendapatkan segala yang baik dan diperlakukan baik dalam hidup ini. Sebab ia dari kecil telah dirusak oleh didikan orang tua yang keliru yang tidak melatih semangat tahan banting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki semangat tahan banting, Mang katakan ketika ada tantangan dan kegagalan terjadi, jangan lihat itu sebagai hal yang fatal, tetapi belajarlah dari kesalahan. Mungkin sebenarnya anda tidak gagak, namun anda merasa gagal karena anda menaruh suatu ekspektasi yang tidak realistis. Jangan pernah takut pada kegagalan, sebab yang membuat orang tidak bisa bangkit kembali adalah anggapan bahwa ia tidak boleh pernah gagal dalam hidup ini. Orang yang memiliki semangat tahan banting adalah orang yang sudah duga kegagalan bisa datang suatu ketika maka ia sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk menyelesaikan problema dan pengambilan keputusan yang benar adalah komponen yang penting dalam hidup mereka yang memiliki semangat bola ping pong. Orang tua sering berpikir anaknya masih kecil untuk membuat keputusan, akhirnya segala sesuatu diselesaikan oleh orang tua. Nampaknya baik sebab sangat praktis dan efisien, tetapi efeknya dikemudian hari, anak itu kurang memiliki semangat juang dan tahan banting, anda perlu belajar (dan latihlah anak kita) mendefinisikan probelm dengan jelas, memikirkan segala aspek langkah-langkah yang bisa ditempuh dan segala konsekuensi yang mungkin timbul, sebelum mengambil keputusan. Jadilah bola ping pong yang tahan banting dalam hidup ini.&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_860420--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-9144535648631308991?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/9144535648631308991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=9144535648631308991' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9144535648631308991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/9144535648631308991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/bola-ping-pong-tahu-pong.html' title='BOLA PING PONG &amp; TAHU PONG'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-3714477264109038508</id><published>2007-08-31T17:49:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T17:51:41.767+07:00</updated><title type='text'>Suatu cerita yang indah:</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya." Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. " Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :&lt;br /&gt;" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjarannya"&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;               &lt;!--IBF.ATTACHMENT_858524--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-3714477264109038508?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/3714477264109038508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=3714477264109038508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3714477264109038508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/3714477264109038508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/08/suatu-cerita-yang-indah.html' title='Suatu cerita yang indah:'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4505755200445576502.post-7316793726819383080</id><published>2007-04-01T20:19:00.000+07:00</published><updated>2007-04-01T20:22:13.002+07:00</updated><title type='text'>1 APril</title><content type='html'>hari ini dah menginjak tanggal 1 april,&lt;br /&gt;berarti entah sudah berapa jam, menit bahkan detik yang sudah aku lewati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4505755200445576502-7316793726819383080?l=elangretak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elangretak.blogspot.com/feeds/7316793726819383080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4505755200445576502&amp;postID=7316793726819383080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7316793726819383080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4505755200445576502/posts/default/7316793726819383080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elangretak.blogspot.com/2007/04/1-april.html' title='1 APril'/><author><name>ridwan hanri</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hiOtSrvU-_k/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/skWiNlJHn3M/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
